Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Merdeka Dalam Bekerja, Sudahkah Kita?

Hindari memilih pekerjaan yang tidak disenangi hanya karena mengikuti omongan-omongan orang lain yang menghantui.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Alifah Nurkhairina Content Writer Mediatani.co 

Oleh:
Alifah Nurkhairina
Content Writer Mediatani.co

TRIBUN-TIMUR.COM - Bulan Agustus bagi rakyat Indonesia menjadi momentum untuk belajar memaknai defenisi kemer­dekaan yang sesungguhnya.

Selain untuk mengenang para pahlawan dan segala jatuh bangunnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Ibu Pertiwi, Hari Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus ini juga dijadikan sebagai refleksi diri untuk masing-masing individu terhadap segala perjuangan yang telah dilewati.

Ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai bahan refleksi diri. Beberapa diantaranya adalah prestasi dalam belajar, ketepatan dalam memilih pasangan hidup, hubungan antar keluarga, circle pertemanan yang positif dan tidak toxic bahkan yang paling terpenting dan cukup meresahkan adalah dalam hal memilih pekerjaan.

Selain memilih pasangan hidup, hal lain yang menjadi keputusan terbesar dalam hidup dan harus dipastikan tidak boleh salah adalah memilih pekerjaan.

Meskipun tidak sedikit juga diantara kita yang kurang beruntung dalam pilihannya, tetapi itu sudah cukup untuk dijadikan modal dan pembelajaran kedepannya agar tidak terjatuh dalam kesalahan yang sama ketika harus kembali memilih.

Sebelum memilih pekerjaan, ada dua hal lagi yang harus diperhatikan. Pertama, apakah kita siap menjadi seseorang yang memiliki atasan atau yang kedua, apakah kita sudah siap menjadi atasan dengan segala tanggungjawabnya?

Ketika memilih untuk menjadi pegawai, tentu kita sudah setuju dengan segala arahan dari atasan.

Siap bekerja dibawah tekanan, bertemu dengan orang-orang yang itu-itu saja setiap harinya dan kadang dengan rutinitas yang sama dan terus berulang.

Membosankan memang, tapi ketika kita telah siap diri dan mental, tentu hal ini bukan suatu masalah.

Disinilah kesempatan untuk lebih mengenal dan mengupgrade kemampuan diri, entah itu kemampuan menjalin komunikasi terhadap atasan dan rekan kerja, kemampuan mengelola deadline yang menghantui serta segala tekanan-tekanan yang berhasil dilewati. 

Hal-hal lain yang menjanjikan ketika memilih menjadi seorang pegawai adalah jaminan kesehatan dan hari tua serta jenjang karir yang menunjang.

Lebih spesifik lagi bagi pegawai yang bekerja untuk negara, tentu saja punya nilai “lebih” dibeberapa golongan masyarakat bahkan bisa dijadikan salah satu alasan untuk menerima lamaran pemuda ketika meminang seorang gadis.

Ketika lebih minat menjadi seorang pengusaha, tentu juga sudah memikirkan baik buruknya pilihan yang diambil.

Bukan tanpa alasan, ketika kita mendapati saat ini banyak tempat umum seperti tempat jogging, perpustakaan, taman kota, cafe hits terlihat cukup ramai dikunjungi orang bahkan pada hari kerja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved