Jelang 10 Muharram Besok, Pedagang Pecah Belah Maros Kebanjiran Pembeli
Di Pasar Tramo, pembeli biasanya akan membludak, apalagi pada 10 hari pertama bulan Muharram.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Memasuki bulan Muharram 1445 Hijriah sejumlah emak-emak di Kabupaten Maros, Sulawesi selatan, berbondong-bondong memenuhi toko barang pecah guna membeli peralatan rumah tangga.
Salah satunya yang terlihat di Pasar Tramo Butta salewangan, di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi selatan,Kamis, (27/07/23) atau 9 Muharram 1445 Hijriah
Di Pasar Tramo, pembeli biasanya akan membludak, apalagi pada 10 hari pertama bulan Muharram.
Salah seorang pembeli Jaeni mengatakan sudah menjadi tradisi setiap tahun saat peringatan 10 Muharram warga membeli peralatan rumah tangga.
"Menjelang peringatan 10 Muharram, kita selalu membeli peralatan rumah tangga seperti baskom plastik untuk wadah bubur asyurah nantinya, hari ini beli belasan untuj dibagi-bagi nantinya," jelasnya.
Selain baskom plastik berbagai ukuran, warga juga membeli peralatan rumah tangga lainnya seperti, panci, gayung, wajan hingga gelas.
"Bukan hanya baskom, rencana juga mau beli gayung, gelas, wajan, dan panci, semua ada maknanya," terangnya.
Warga menyebut pembelian peralatan rumah tangga dalam menyambut 10 Muharram memiliki makna tersendiri bagi masyarakat suku bugis makassar.
"Jadi setiap tahun saat memasuki 10 muharram kita memenuhi pasar khusus untuk berbelanja peralatan rumah tangga, hal ini dimaknai untuk meraup rejeki yang lebih banyak,"ujar Jaeni.
Sementara itu para pedagang pecah belah mengaku mengalami peningkatan omzet hingga 70 persen semenjak awal Muharram hingga sekarang ini.
Salah satu pedagang, Lolo mengatakan peralatan rumah tangga yang laku keras seperti baskom, panci, gayung, gelas hingga wajan.
" Alhamdulillah hampir setiap hari ramai, mungkin karena momennya, banyak warga datang beli peralatan rumah tangga utamanya baskom- baskom kecil untuk bubur asyura, omzet perhari mencapai 70 persenlah," terangnya.
Ia menyebutkan, barang pecah belah ini, dijual mulai dari harga 10 ribu hingga 150 ribu rupiah tergantung ukuran dan kualitasnya.
"Barang yang kita jual mulai dari harga 10 ribu sampai 150 ribu, dan hampir rata-rata habis setiap harinya, utamanya baskom plastik," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ma-rtoosss.jpg)