Headline Tribun Timur
Milenial Harus Jadi Pemain Utama!
Kalangan milenial sekarang ini menjadi pintu masuk bagi semua perubahan dan pintu masuk inovasi digital.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Chief Operating Officer (CEO) Tribun Network, Dahlan Dahi, mengatakan Talkshow Tribun Series: Milenial di Pemilu 2024, Penggembira atau Penentu? adalah program untuk memberi ruang kepada perspektif lokal menuju panggung nasional.
Program ini menjadi sangat strategis karena Tribun Timur ingin memberi panggung terkait cara pandang lokal terhadap masalah nasional.
Menurutnya, memberi ruang kepada cara pandang lokal sama dengan memberi panggung kepada keberagaman di Indonesia.
"lnilah cara Tribun untuk memberikan beragam perspektif yang menjadi satu untuk Indonesia. Bukan Indonesia kalau tidak beragam, itulah kenapa kita menghelat talkshow ini di berbagai daerah," ucap Dahlan.
Talkshow Tribun Series di Sulsel mengusung tema milenial, dimana secara nasional pemilih milenial tercatat mencapai 64 juta atau 33,6 persen.
Khusus di Makassar, dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Makassar pada Pemilu 2024 sebanyak 1.036.956 jiwa.
Sebanyak 341.971 pemilih di antaranya dari usia antara 27-42 tahun atau milenial.
Sementara generasi X rentan usia 43-58 tahun sebanyak 215.463 pemilih.
Kalangan milenial sekarang ini menjadi pintu masuk bagi semua perubahan dan pintu masuk inovasi digital.
Itu karena milenial cepat merangkul hal-hal baru, karakter itulah yang membuat mereka berpengaruh di era sekarang ini.
"68 juta pemilih milenial sama dengan 3 kali penduduk Malaysia atau 10 kali penduduk Singapura. Mungkin kita akan lihat dunia berbeda," ulasnya.
Baca juga: Berebut Suara Milenial
Baca juga: Pengamat Politik Unhas Sebut Pengaruh Pemilih Milenial Sangat Menentukan di Pemilu 2024
"Di Sulsel ada 1,9 juta pemilih milenial, jika memimpin satu provinsi atau kota itu sungguh stretegic, strategis juga karena milenial adalah kelompok sangat adaptif," sambungnya.
Akan menarik lagi jika milenial juga jadi penentu ke arah mana politik Indonesia akan berlabuh.
Milenial jangan hanya menjadi sekumpulan orang yang tidak punya identitas politik atau cara pandang politik.
Jika seperti itu, tidak terorganisir maka hanya akan menjadi penggembira.
"Tantangannya adalah bagaimana milenial sebagai kelompok stretegic ikut jadi pemain utama. Pemain utama yang akan menentukan arah bangsa kita," tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.