Opini
Gagal Memahami dan Mengimplementasikan Literasi!
Dewasa ini kita sering mendengar kata-kata “Literasi” dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam dunia kerja, dunia perkulihan, maupun dunia pembelajaran
Oleh: Muhammad Tariq
Penulis Buku Lintas Analisis Kritis serta Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial
Dewasa ini kita sering mendengar kata-kata “Literasi” dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam dunia kerja, dunia perkulihan, maupun dunia pembelajaran lainnya.
Sebenarnya kata “Literasi” adalah kata serapan yang mempunyai arti yaitu kemampuan membaca dan menulis.
Seiring berkembangnya zaman makna tersebut juga semakin berkembang ada yang mendefinisikan literasi adalah melek baca dan tulis.
Ada juga yang mendefinisikan bahwa literasi adalah kemampuan membaca dan mengimplementasikan apa yang dibacanya dalam kehidupan sehari-hari guna untuk memecahkan suatu masalah yang sedang terjadi di suatu lingkungan.
Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, sekarang definisi baru dari literasi menunjukkan pengertian baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajarannya.
Kini ungkapan literasi memiliki banyak variasi, seperti literasi media, literasi digital, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya.
Hakikat ber-literasi secara kritis dalam masyarakat demokratis diringkas dalam lima verba: memahami, meliputi, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks.
Kesemuanya merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.
Mengenai istilah literasi, kata ini diserap dari bahasa Latin Literatus yang memiliki arti orang yang belajar (a learned person).
Sebab itu, seorang yang dapat memiliki kemampuan membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Latin dikenal dengan istilah literatus.
Terlepas dari berbagai pengertian tersebut, sekarang mulai di giatkan oleh pemerintah dan kalangan intelektual yang bertujuan agar masyarakat dengan budaya literasi akan semakin cerdas dan mempunyai pola pikir yang semakin maju.
Sehingga diharapkan dengan adanya budaya literasi ini masyarakat bisa dengan mudah memecahkan masalah-masalah yang sedang dan akan terjadi dalam kehidupan.
Dalam perjalanannya, kata literasi ini pernah mengalami penyempitan makna, yaitu orang yang mempunyai kemampuan tentang membaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muhammad-Tariq-Penulis-Buku-Lintas-Analisis-Kritis.jpg)