Pungli Disdukcapil Wajo
Tegas! Bupati Minta Polisi Usut Tuntas Pungli Pengurusan KK, KTP dan Lainnya di Disdukcapil Wajo
Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan administrasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah terdengar di telinga Bupati.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sukmawati Ibrahim
"Saya menunggu sampai jam 2 siang belum diproses, akhirnya saya memilih pulang," tuturnya.
Dirinya sempat menceritakan hal ini kepada kerabatnya yang punya kenalan di Disdukcapil.
"Kebetulan kakak saya ada kenalannya di sana, pas dia urus berkas tidak perlu menunggu langsung jadi," tandasnya.
Sebelumnya, pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wajo diprotes warga.
Pelayanan Disdukcapil Wajo ternyata masih dikuasai oleh 'orang dalam' atau calo.
Warga yang datang mengurus KTP, kartu keluarga atau surat keterangan lahir terpaksa lewat calo.
Pasalnya, pengurusan administrasi kependudukan akan lebih cepat jika lewat calo.
Jika tak lewat calo, warga yang mengurus akan menunggu berjam-jam. Namun ujung-ujungnya tak dilayani maksimal.
Warga pun rela mengeluarkan uang ratusan ribu saat menggunakan calo.
Sejumlah warga yang mengurus administrasi kependudukan hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan KK, KTP dan akte kelahiran.
Salah satu warga, Andi Arham mengaku kecewa atas pelayanan Disdukcapil Kabupaten Wajo.
"Biar kita antre dari pagi kalau tidak ada orang dalam, berkas pasti lambat diproses," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (4/7/23).
Lebih lanjut, kata dia bahkan beberapa orang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mengurus berkas administrasinya.
"Minimal titip uang baru bisa diproses," lanjutnya.
Warga lainnya, Aan mengaku sudah antri dari pagi tapi berkasnya tak kunjung diproses.
Wakil Ketua MPR RI Kupas Tuntas Urgensi Transisi Energi dalam Kuliah Umum di UMI |
![]() |
---|
Eks Anggota DPRD Tantang Hamzah Ahmad Menuju Direksi PDAM |
![]() |
---|
Kisah Pasangan Tunawicara Beda Negara Nikah di Wajo, Panai Rp160 Juta dan Mahar Gelang Emas 15 Gram |
![]() |
---|
110 Tim Berkompetisi Dalam Merdeka Cup SMP Telkom Makassar |
![]() |
---|
Remaja Putri di Makassar Korban TPPO, Dipaksa Melayani dan Hanya Diberi Rp50 Ribu Sekali Kencan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.