Opini
Usai Silatnas, Wija To Luwu Bisa Apa?
Sebagai acara perdana, Silatnas WTL harus diakui cukup sukses dan menarik perhatian banyak kalangan.
Oleh: Asri Tadda
(Sekretaris SC Silatnas I WTL/Pengurus BPW KKLR Sulawesi Selatan)
TRIBUN-TIMUR.COM - Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija to Luwu (WTL) yang digelar pertama kalinya oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) pada 1-2 Juli 2023 di Kota Palopo telah usai.
Sebagai acara perdana, Silatnas WTL harus diakui cukup sukses dan menarik perhatian banyak kalangan.
Tak kurang dari 500-an diaspora Wija to Luwu yang tergabung ke dalam paguyuban KKLR dari seluruh Indonesia termasuk yang dari luar negeri, hadir meramaikan even ini.
Sejumlah kegiatan mewarnai Silatnas WTL perdana ini. Dimulai dengan Forum Masa Depan Luwu Raya, Forum Bisnis WTL, Malam Sitammu Rupa di Istana Kedatuan Luwu dan diakhiri dengan Jalan Sehat bertabur ratusan hadiah doorprize yang diikuti oleh lebih ribuan peserta.
Tak ayal, Silatnas I WTL tahun 2023 telah menetapkan standar yang cukup tinggi untuk pelaksanaan even yang sama di tahun-tahun berikutnya.
Sepuluh Poin
Setidaknya ada 10 poin penting yang dihasilkan dari Forum Masa Depan Luwu Raya dan Forum Bisnis WTL yang menjadi agenda utama Silatnas WTL I tahun 2023, antara lain:
Pertama, gagasan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya akan terus didorong hingga terbentuk sesuai dengan harapan bersama WTL.
Kedua, pembentukan DOB Kabupaten Luwu Tengah menjadi prioritas perjuangan untuk memenuhi syarat kecukupan daerah Kabupaten/Kota untuk membentuk Provinsi Luwu Raya.
Ketiga, perlunya percepatan pembentukan DOB Kabupaten Luwu Tengah sehingga dibutuhkan partisipasi dari semua stakeholder.
Keempat, pentingnya melanjutkan upaya kerjasama antar Kabupaten/Kota se-Luwu Raya sebagai bagian strategis mempersiapkan Provinsi Luwu Raya.
Kelima, perlunya terus mendorong upaya penegerian kampus Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo dengan dukungan semua pihak di Luwu Raya.
Keenam, perlu dilakukan penggalangan dana (fundraising) berbasis kerelaan dari setiap WTL di seluruh Indonesia untuk mendukung pembiayaan proses pembentukan DOB Kabupaten Luwu Tengah dan DOB Provinsi Luwu Raya.
Ketujuh, perlunya menghidupkan kembali Forum Bisnis WTL untuk mewadahi dan memperkuat jejaring usaha serta pengembangan kapasitas pelaku usaha WTL di manapun berada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/luu-wuwu-1.jpg)