Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sunah Islam

Dosa Istri Terhadap Suami Paling Dibenci Allah Menurut Buya Yahya, Sering Dianggap Biasa

Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Buya Yahya menjelaskan bahwa dosa terbesar istri adalah durhaka terhadap suami.

Editor: Ansar
Kolase Tribun-timur.com
Buya Yahya jelaskan dosa besar istri terhadap suami paling dibenci Allah. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penceramah Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai dosa istri yang paling dibenci oleh Allah SWT.

Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Buya Yahya menjelaskan bahwa dosa terbesar istri adalah durhaka terhadap suami.

Buya Yahya menyatakan bahwa semua jenis dosa dibenci oleh Allah, terutama jika seseorang meremehkan dosa tersebut.

Perkawinan melibatkan dua individu dengan pemikiran dan pandangan hidup yang berbeda, sehingga konflik dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, baik istri maupun suami sebaiknya menghindari tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam, karena hal itu dapat memicu dosa dan menjauhkan diri dari Allah.

Baca juga: Tanda-tanda Amal Ibadah Anda Diterima Allah SWT Menurut Buya Yahya, Pasti Alami Hal Berbeda

Baca juga: Dua Amalan Penting saat Dzulhijjah atau Bulan Haji Menurut Buya Yahya, Pahala Besar Jika Dilakukan

Buya Yahya menjelaskan, dosa apapun yang diremehkan oleh istri dapat berakibat menjadi besar, karena ia tidak menyadari bahwa ia telah berbuat dosa.

"Berulang kali melakukan dosa sangat berbahaya, oleh karena itu sebaiknya merenungkan bahwa dosa terbesar bagi istri adalah durhaka kepada suami," ucap Buya Yahya seperti dilansir oleh Banjarmasinpost.co.id dari saluran YouTube Al-Bahjah TV.

Sebaliknya, dosa terbesar bagi suami adalah perlakuan zalim terhadap istri.

Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai pasangan hidup yang baik untuk membangun hubungan rumah tangga yang bahagia.

Rumusnya sederhana, yaitu menjauhkan keinginan untuk memperbudak, siap untuk berbakti, dan meningkatkan kesabaran dalam menghadapi pasangan.

 "Rumah tangga itu indah jika tahu rumusnya, kalau memang suami Anda marah bisa jadi Anda layak untuk dimarahi atas suatu kesalahan, introspeksi diri, kalau pun Anda tidak layak dimarahi maka hal itu hanya kesalahpahaman, maka jelaskan," papar Buya Yahya.

Begitu juga suami Anda jika melakukan kesalahan bisa diingatkan atau dinasihati, atau sesekali gigit kupingnya untuk menyadarkan.

Membiasakan diri mengabdi bukan memperbudak, harus memahami kondisi suami baik dari segi materiil dan immateriil.

Adab yang sebaiknya dilakukan istri adalah tidak mengangkat atau mengeraskan suara di hadapan suami.

"Jangan menuntut suami berlebihan, apa yang diberikan syukuri, semakin banyak menuntuk tak akan ada habisnya," ujar Buya Yahya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved