Berita Viral
Viral Video Keranda Jenazah Diiring Warga, Ternyata Keturunan Raja Bone
Beredar video di sosial media warga tengah melakukan arak-arak keranda jenazah.
Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Beredar video di sosial media warga tengah melakukan arak-arak keranda jenazah.
Keranda jenazah itu terbuat dari bahan bambu yang ditutup kain putih bagian atasnya.
Bentuk kerandanya menyerupai Piramida.
Di bagian bawah keranda ada cukup ruang, sehingga terlihat dua pria berbaju putih berdiri di atas keranda. Tepat di samping penutup mayat.
Keranda itu dibopong oleh warga, diikuti rombongan pelayat.
Keterangan di video itu, lokasinya berada di Kajuara Bone, digelar pada 7 Mei 2023.
Dijelaskan jika itu merupakan acara adat pemakaman salah seorang keturunan raja di Bone.
Acara adat itu sendiri diketahui bernama Tondong dari Sinjai.
Merupakan adat istiadat sebagai bentuk penghargaan terakhir kepada keturunan raja atau Karaeng.
Sosok Keturunan Raja Bone Secara Adat Tondong Sinjai
Setelah ditelusuri, hal itu benar adanya. Dikonfirmasi langsung Tribun Timur ke anak dan ponakan almarhum.
Anak almarhum keturunan raja itu bernama Andi Helmy Ishak.
Helmy mengatakan, jika mendiang ayahnya itu bernama Andi Ishak Bin Karaeng Badong.
Lahir di Sinjai pada 31 Desember 1957, wafat di Kajuara 7 Mei 2023.
Istri almarhum bernama Andi Ernida Pabbali.
Yang semasa hidup dikaruniai empat anak. Anak pertama Andi Mulyangga, kedua Andi Helmy Ishak, anak ketiga Andi Ainun Sukandi, dan bungsu Andi Aisyah Sugita.
"Iya betul, itu bapak saya. Sapaan Petta Ishak," kata Andi Helmy, Kamis (25/5/2023).
Sementara ponakan almarhum, Andi Habibi menuturkan, Petta Ishak tutup usia akibat terkena serangan jantung.
Petta Ishak yang merupakan keturunan raja Bone ke-22, yakni La Temmasonge To Appewaling Sultan Abdul Razak Jalaludin terkena serangan jantung sepulang dari manasik haji.
Petta Ishak dikebumikan di Perbatasan Desa Bareng Kec Kajuara, perbatasan Bone-Sinjai.
"Setelah itu langsung dilarikan ke RSUD Sinjai dan meninggal pukul 17.00 Wita," ucapnya.
"Beliau dimakamkan menggunakan adat istiadat Tondong di Sinjai. Tapi secara garis keturunan, almarhum masih satu darah dengan Raja Bone dari jalur ibunya," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-video-prosesi-pemakaman-keturunan-raja-Bone-Andi-Ishak-Bin-Karaeng-Badong.jpg)