Edysul Isdar Wisudawan Terbaik UIN
Cerita Edysul Isdar Wisudawan UIN Alauddin Makassar Lolos S2 Kampus Terbaik Dunia Stanford - Harvard
Dikatakan, awalnya Edysul pernah mengikuti loba tingkat internasional seperti di Kanada dan Polandia.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-GOWA.COM - Edysul Isdar mahasiswa terbaik UIN Alauddin Makassar.
Wisudawan UIN Alauddin Makassar itu lulus kampus ternama dunia yakni Harvard University dan Stanford University.
Di Stanford dan Harvard, Edysul Isdar mendapat beasiswa.
Hal tersebut juga diumumkan langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis pada saat prosesi wisuda di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Selasa (9/5/2023).
Saat prosesi wisuda, Edysul Isdar dipanggil rektor naik ke podium acara. Prof Hamdan pun merasa banggan atas kelulusan mahasiswa UIN tersebut.
Hal tersebut juga viral di media sosial seperti instagram dan tiktok.
Dalam video yang beredar, Hamdan Juhannis bangga dan iri karena ada lulusan dari perguruan tinggi dipimpinnya mendapatkan tawaran beasiswa magister dari 2 perguruan tinggi terbaik dunia sekaligus.
Hamdan Juhannis merasa belum seberuntung Edysul karena dia belum berhasil kuliah di perguruan tinggi terbaik dunia.
Hamdan Juhannis menyelesaikan pendidikan S2-nya di McGill University, Montreal, Quebec, Kanada.
Lalu, pendidikan S3-nya diselesaikan di The Australian National University, Canberra, Australia.
Kata Hamdan Juhannis, almamater S2 dan S3-nya hanya kampus terbaik di masing-masing negaranya, bukan di tingkat dunia.
"Tapi saya tak bisa meraih mimpi saya untuk bisa belajar di Harvard atau Stanford university. Edysul akan membuktikan itu dan dia adalah wakil UIN Alauddin Makassar," tutur Hamdan Juhannis
Kepada TribunGowa.com, Kamis (11/10/2023), Edysul Isdar menceritakan proses yang dia lalui.
Dikatakan, awalnya Edysul pernah mengikuti loba tingkat internasional seperti di Kanada dan Polandia.
"Lomba di Kanada saya mendapat juara 2 dan internasional special award, dan di Polandia saya juga mendapat juara 2," katanya.
Dari lomba tersebut wisudawan jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi angakatan 2019 UIN Alauddin ini menjadi penunjang mendapat notice dari kedua kampus terbaik di dunia itu.
"Dari lomba tersebut lah yang menjadi penunjang saya mendapat notice dari kedua kampus tersebut program master (S2)," katanya
Selain itu, dia mengaku termotivasi karena ingin membanggakan orang tuanya.
"Saya ingin membanggakan orang tua dan keluarga saya, juga ingin merasakan bagaimana belajar di salah salah universitas terbaik di dunia," katanya
Ia pun berpesan kepada para mahasiswa agar tetap semangat dan terus berjuang merai cita-cita untuk membahagiakan orang tua.
"Tetap semangat dan terus perjuangkan cita-cita kita untuk membahagiakan kedua orang tua dan keluarga kita," pungkasnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/issdaaa.jpg)