Headline Tribun Timur
Mahasiswa Papua Bentrok dengan Ormas
Dari rekaman video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa Papua keluar dari asramanya dengan menggenggam balok kayu.
MAKASSAR, TRIBUN - Puluhan mahasiswa asal Papua di Kota Makassar, terlibat bentrok dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Barisan Muslim Indonesia (BMI) di depan asrama mahasiswa Papua, Jl Lanto Dg Pasewang, Makassar, Senin (1/5/230 sekitar pukul 10.30 Wita.
Dari rekaman video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa Papua keluar dari asramanya dengan menggenggam balok kayu.
Mereka bentrok dengan sekelompok pria yang berkumpul tak jauh dari asramanya. Kapolsek Makassar, Kompol Andi Aris Abu Bakar, mengatakan keributan itu melibatkan mahasiswa Papua dengan ormas BMI.
"Anggota BMI sama anak Papua," ujar Andi Aris.
Keributan tak panjang karena polisi langsung memediasi kedua kelompok yang sudah beberapakali berseteru ini.
"Pertemua kedua kelompok dilakukan di sebuah kafe di Jl Lanto," ujar Andi Aris.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan keributan antara mahasiswa Papua dengan BMI telah selesai dan situasi telah kondusif.
"Ada kesalahpahaman dan sudah diselesaikan. Saat ini Situasi kondusif," ujar Ngajib.
Pantauan Tribun di asrama Papua sekitar pukul 14.15 Wita, pintu pagar Asrama Papua tertutup rapat. Namun sejumlah polisi masih berjaga di depan asrama.
Sebelum bentrokan, mahasiswa Papua berencana menggelar unjuk rasa Hari Buruh di Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.
Namun, rencana itu batal karena terjadinya bentrokan dengan BMI.
Unras di Pettarani
Sore harinya, mahasiswa Papua mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Demokratik menggelar unjuk rasa memperingati Hari Buruh di bawah jembatan flyover, Jl AP Pettarani, Makassar.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Cabut UU Ciptaker, Golput Pemilu 2024 dan Bangun Kekuatan Politik Alternatif".
Namun, unjuk rasa ini dibubarkan polisi karena tak memiliki izin. Polisi juga menangkap lima orang yang diduga sebagai provokator dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Papua.
"Mereka turun (aksi) tidak ada pemberitahuannya. Kemudian tentunya kita meminta mereka untuk bubar dengan persuasif. Ada lima diamankan," kata Ngajib.
Pembubaran diwarnai protes mahasiswa. Setelah suasana tenang, mahasiswa Papua dibawa ke Mapolrestabes Makassar menggunakan dua truk milik Brimob Polda Sulsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/papuaaksi5.jpg)