BKKBN Sulsel dan Tribun Timur Siap Kolaborasi Turunkan Angka Stunting
BKKBN dan Tribun Network akan berkolaborasi dalam penurunan Stunting lewat kampanye gerakan makan telur dengan tagline #CukupDuaTelur.
TRIBUN-TIMUR.COM - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan siap berkolaborasi bersama Tribuntimur turunkan angka stunting.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd di Kantor Redaksi Tribuntimur saat mengikuti Zoom Meeting Kick Off Program Semesta Mencegah Stunting dari Studio Kompas TV di Jakarta bersama Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp,OG(K) dan CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, Selasa (21/03/23).
Lewat program ini, BKKBN dan Tribun Network akan berkolaborasi dalam penurunan Stunting lewat kampanye gerakan makan telur dengan tagline #CukupDuaTelur dan Program Kakak Asuh Anak Stunting.
Dalam program tersebut nantinya para kakak asuh ini bisa menyumbangkan sebagian donasinya untuk pembelian telur selama enam bulan untuk memenuhi nutrisi anak-anak yang berisiko stunting
Para kakak asuh nantinya bisa menyumbangkan dana senilai kurang lebih satu juta rupiah untuk enam bulan yang akan dikonversi menjadi telur.
Andi Rita menghimbau keterlibatan seluruh pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting, mengingat stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa.
"Stunting menjadi ancaman Indonesia dalam mewujudkan generasi emas 2045, dimana Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi pada bayi di 1.000 hari pertama kehidupan" terang Andi Rita.
Dijelaskan Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi stunting Sulsel sebesar 27,4 persen, mengalami penurunan di tahun 2022 menjadi 27,2 persen, namun angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan Presiden yaitu 14 persen di tahun 2024.
Dikatakan anak stunting tumbuh lebih pendek dari anak seumurnya, selain itu otaknya tidak berkembang maksimal sehingga menurunkan tingkat kecerdasannya anak.
"Perlu diketahui anak stunting itu pasti berbadan pendek, sedangkan anak yang berbadan pendek belum tentu stunting" tegas Andi Rita.
Upaya pencegahan stunting dilakukan dari hulu melalui pendekatan keluarga dengan menyasar 4 kelompok sasaran yaitu remaja sebagai calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia dibawah 2 tahun.
"Kalau sudah stunting, sangat sulit untuk diintervensi dan diobati, sehingga yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan hadirnya tribun network diharapkan informasi tentang stunting dapat digaungkan ditengah masyarakat" harap Andi Rita.
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi mengatakan BKKBN sebagai salah satu lembaga negara yang sukses membangun kualitas keluarga indonesia.
Dengan keterlibatan Tribun Network dalam percepatan penurunan angka stunting dapat menggerakkan masyarakat agar peduli dengan stunting.
Tribun Network memiliki jaringan di 35 provinsi dengan 68 portal news diharapkan bisa memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait stunting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pencegahan-stunting2.jpg)