Pemkot Makassar
Camat Wajo Hamna Faisal Target Retribusi Sampah Rp2,5 M di 2023
Pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi sampah diharapkan berjalan maksimal.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi sampah diharapkan berjalan maksimal.
Itu menjadi pekerjaan rumah (PR) seluruh camat di Makassar saat rapat koordinasi khusus (Rakorsus) beberapa waktu lalu di Badung, Bali.
Saat itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan, Pendapatan retribusi sampah di kecamatan belum maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Camat Wajo Hamna Faisal berkomitmen mengejar pendapatan dari retribusi sampah.
Adapun target retribusi sampah tahun 2023 sebesar Rp2,5 miliar.
Target tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya diangka Rp2 miliar.
"Target tahun ini meningkat dari tahun 2022, dari Rp2 miliar menjadi Rp2,5 miliar," ucapnya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (10/3/2023).
Adapun realiasi retribusi sampah tahun sebelumnya cukup tinggi, mencapai 93 persen atau Rp1,8 miliar.
Besar harapannya agar target yang diberikan bisa tercapai.
Melibatkan komponen kelurahan hingga RT/RW menjadi salah satu upaya memenuhi target tersebut.
"Tentu kita akan kencangkan penagihan dengan melibatkan RT/RW dan kelurahan," ujarnya.
Mantan pejabat analisis kebijakan muda Bidang Layanan Perizinan non Perizinan PTSP Makassar ini juga akan memaksimalkan tenaga kebersihan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Diketahui, pada Kamis (9/3/2023) kemarin, Hamna Faisal mengumpulkan para tenaga kebersihan di Lt 3 Kantor Camat Wajo Jl Sarappo, Kelurahan Melayu Baru.
Hamna Faisal memberi ruang kepada para tenaga kebersihan tersebut untuk menyampaikan keluh kesahnya.
Banyak harapan dititipkan para laskar kebersihan tersebut, misalnya terkait alat tempur mereka saat bekerja.
Ada juga yang melaporkan terkait ketidak aktifan beberapa personel, hingga persoalan adminstrasi yang mereka temui untuk proses pencairan insentif.
Menanggapi itu, Hamna mengatakan, forum ini dibuat untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal satu sama lain.
Sekaligus memberi solusi atas kendala dan masalah yang mereka hadapi saat di lapangan.
"Silaturahmi intinya, supaya kalau ada sesuatu yang saya perintahkan mereka langsung jalankan, kedua untuk merespon keluhan masyarakat, apa yang jadi kendala mereka bekerja, supaya bisa dicarikan solusinya," katanya.
Camat yang baru dilantik pada Januari 2023 ini juga meminta agar satgas kebersihan bekerja maskimal.
Apalagi Kecamatan Wajo sangat sentral, menjadi pusat kota, bahkan tempat berkumpulnya para wisatawan.
Untuk itu, kebersihan di wilayah tersebut harus terus diperhatikan, belum lagi event-event besar di Makassar banyak berpusat di Kecamatan Wajo.
"Dalam waktu dekat Makassar banyak event, kemarin saya ikut pertemuan agenda mulitilateral angkatan laut, posisinya ada di pelabuhan, nanti ada hari otonomi, pertemuan arsitek, F8, dan masih banyak lagi," paparnya.
Kerja-kerja para satgas dipantau langsung oleh pengawas.
Dari delapan kelurahan di Wajo, sebanyak 200 satgas kebersihan dan 10 pengawas yang bertugas.
Masing-masing kelurahan didampingi satu orang pengawas.
Sementara dua pengawas lebihnya merupakan pengawas armada di zona utara dan zona selatan.
"Pengawas ini lah yang menilai kinerja para satgas, mereka memantau siapa yang hadir dan tidak, apakah pekerjaannya tuntas atau tidak," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Camat-Wajo-Hamna-Faisal123421.jpg)