Keindonesiaan
Kecerdasan Buatan
Salah satu slogan yang dicanangkan BRIN adalah kecerdasan buatan untuk kesuksesan Visi Indonesia 2045.
Oleh:
Anwar Arifin AndiPate
Guru Besar Bidang Komunikasi Politik
TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak tahun 2020 Indonesia telah memiliki strategi kecerdasan buatan 2020-2045 yang dirumuskan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).
Namun hal itu masih harus perlu dijabarkan menjadi aturan pelaksanaan yang aplikatif. Juga harus didukung legislasi pilar teknologi kecerdaan buatan (KB) atau artivisicial intelligence (AI).
Regulasi yang dimaksud ialah yang terkait dengan kecerdasan buatan yang dibagi dalam beberapa hal, antara lain
regulasi spisifik, tentang kecerdasan buatan, seperti pembuatan keputusan otomatis dan pengenalan muka.
Juga regulasi spisifik terhadap penerapan teknologi dibidang usaha, seperti finansial, kesehatan, dan manajemen sumber daya manusia.
Diperlukan juga regulasi tentang perlunya kode etik. Masalah etika dan implikasi pada kesejahteraan harus juga
menjadi fokus kecerdasan buatan.
Salah satu slogan yang dicanangkan BRIN adalah kecerdasan buatan untuk kesuksesan Visi Indonesia 2045.
Disebutkan ada lima prioritas pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia yaitu sektor kesehatan, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta mobilitas dan kota pintar.
Sektor kesehatan serta pendidikan dan riset di Indonesia memang masih sangat perlu dikembangkan dengan sunguh- sungguh. Kemiskinan yang masih melanda banyak rakyat Indonesia, merupakan sumber utama rendahnya mutu pendidikan, kesehatan, dan riset.
Hal itu menjadi sember lemahnya modal manusia Indonesia untuk maju seperti negara-negara lain.
Pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia, tentu memerlukan modal manusia yang berkualitas. Modal
manusia sangat esensial dalam mewujudkan kecerdasan buatan (KB) bagi Indonesia.
Sedangkan dalam indeks modal manusia (IMM), Indonesia berada diperingkat ke-87 (nilai 0,53) dari 188 negara dan masih di bawah rata-rata dunia (nilai 0.57).
Presiden Bank Bank Dunia, Jim Young Kim (2018) berpendapat bahwa dengan nilai 0,53 saja, Indonesia hanya dapat menikmati 53 persen dari seluruh potensi ekonomi yang ada.
Sejalan dengan itu, tingkat kecerdasan (AQ) rakyat Indonesia rata-rata berada diperingkat ke-10 (78,49) dari 11 negara di Asia Tenggara, sama dengan Timor Leste (78,49). Indonesia dan Timor Leste diperingkat 132 dunia.
Indonesia kalah dari Laos (80,99), Filipina (81,64), Berunai (87,58), Malaysia (87,58), Thailand (88,87), Vietnam (89,53), Myanmar (91,18), Kamboja (99,18), dan Singapura (105,89). Singapura menempati posisi ke-3 dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Oleh-Anwar-Arifin-AndiPate-g.jpg)