Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ekonomi Sulsel

2 Alasan BI Sebut Ekonomi Sulsel Tumbuh Kuat di 2023

Ada dua alasan utama ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa tumbuh tahun ini.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM
Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan M Firdauz Muttaqin (tengah) pembicara seminar nasional PHRI Sulsel di Kampus Poltekpar Makassar, Sabtu (28/1/2023). BI optimistis ekonomi Sulsel tetap bertumbuh di 2023. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh kuat di 2023.

Hal itu diungkapkan Direktur Kantor Perwakilan BI Sulsel M Firdauz Muttaqin saat jadi pembicara seminar nasional PHRI Sulsel di Kampus Poltekpar Makassar, Sabtu (28/1/2023).

Seminar mengangkat tema 'Optimisme Industri Parisiwata 2023 Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan'.

Menurutnya, ada dua alasan utama ekonomi Sulsel bisa tumbuh tahun ini.

Pertama, Sulsel memiliki pondasi ekonomi yang kuat dari komoditas unggulannya, serta dari posisi strategis sebagai hub kawasan Indonesia Timur.

Kedua adalah Sulsel memiliki peluang lainnya sebagai new source of growth atau sumber pertumbuhan baru.

Dikatakan, Sulsel adalah lumbung pangan nasional. 

Untuk komoditas beras, selama Januari-September 2022, Sulsel memiliki pangsa 22 persen terhadap stok beras pemerintah secara nasional.

“Peningkatan produksi bahan pangan Sulsel berpeluang terus didorong untuk memenuhi kebutuhan nasional yang terus meningkat,” paparnya.

Firdauz mengatakan kuatnya pertanian Sulsel dapat menopang ekonomi Sulsel apabila terjadi gejolak tang tidak diduga, contohnya pandemi 2020.

Pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap tunuh positif pada triwulan II 2020 saat puncak pandemi, dan secara keseluruhan tahun 2020 hanya terkontraksi 0,71 persen (yoy). 

Hal ini relatif lebih baik dibandingkan lapangan usaha utama lainnya, seperti industri, perdagangan, dan transportasi.

“Hal tersebut terjadi karena produksi pertanian akan selalu dibutuhkan untuk konsumsi primer pangan masyrakat, tidak hanya di Sulsel, nasional, maupun juga di dunia,” katanya.

Selain pertanian, Firdauz menyebut, komoditas nikel juga akan menopang ekonomi.

“Meredanya pandemi dan penghapusan PPKM yang terus diiringi dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi peluang yang besar untuk penyedia barang dan jasa dari dunia usaha di Sulsel kepada berbagai sektor di KTI,” sambungnya.

Baca juga: Inflasi Tinggi, KPPU Endus Persaingan Pengusaha Tak Sehat di Parepare

Baca juga: Ekonomi Sulsel Diprediksi Tetap Stabil dan Mampu Atasi Ancaman Resesi

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved