Jalan Rusak

Warga Keluhkan Jalan Trans Sulawesi Rusak Parah, Wabup Enrekang: Tanggung Jawab Balai Jalan Nasional

Jalan poros nasional di Kabupaten Enrekang mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Kondisi ruas jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (18/1/2023). Kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung sejak lama dan kerap kali mengakibatkan kecelakaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Sungguh miris kondisi Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, jalan poros nasional ini mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Seperti di Kecamatan Cendana, kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan agar tidak kecelakaan.

Kendati demikian, masih banyak pengendara sepeda motor yang acapkali terpental lantaran lubang besar di ruas jalan sulit dihindari.

Menurut warga, kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung sejak lama. 

"Sudah sejak lama rusak parah, bahkan hampir tiap hari banyak pengendara sepeda motor yang jatuh terpental," ujar Erna, Rabu (18/1/2022).

"Bahkan pernah ada yang tabrakan karena saling menghindar dari jalan rusak," tambahnya.

Selain itu, kata Erna, saat memasuki musim kemarau, debu-debu jalanan sampai beterbangan ke dalam rumah warga.

Terkait dengan kondisi ini, Wakil Bupati Enrekang Asman angkat bicara.

Menurutnya, ruas jalan di sepanjang Kabupaten Enrekang hampir 70 persen mengalami kerusakan.

"Memang butuh perhatian lebih dari pemerintah pusat tentang kondisi jalan rusak yang ada di Kabupaten Enrekang yang sangat membahayakan pengguna jalan," ujar Asman.

Baca juga: Tak Hanya Molor, Anggaran Pembangunan Wisata Buttu Macca Enrekang Juga Dipangkas

Baca juga: Tak Kunjung Rampung, Warga Soroti Proyek Jalan Penghubung Mallaga-Kabere di Enrekang

"Karena masyarakat tidak mau tahu, bahwa itu adalah tanggung jawabnya balai jalan nasional tapi yang dimaki-maki pemerintah daerah. Padahal kami tidak ada kewenangan di jalan ini," tambahnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Enrekang ini mengaku bahwa pemda acapkali melaporkan hal tersebut ke pemerintah pusat.

Namun balasannya, kondisi anggaran yang sangat terbatas.

"Tapi kita tetap melakukan koordinasi supaya pemerintah pusat khususnya balai untuk jalan kita ini," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Erlan Saputra 

Sumber: Tribun Timur
  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved