Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Latto-latto dan Revolusi dari Makassar

Banyak sekali tokoh publik dan politisi yang menjadikan latto-latto sebagai wadah mengambil simpati warga melalui bermain sendiri ataupun dengan anak.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/saparuddin santa
Saparuddin Santa Founder Visi Indonesia Consulting. Saparuddin Santa penulis di Rubrik Opini Tribun Timur berjudul 'Latto-latto dan Revolusi dari Makassar'. 

Oleh:
Saparuddin Santa
Warga Makassar Sulawesi Selatan
Founder Visi Indonesia Consulting

TRIBUN-TIMUR.COM - Latto-Latto adalah kata yang berasal dari bahasa Makassar Sulawesi Selatan, yang jika
diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, memiliki arti bunyi-bunyi ( Latto =Bunyi).

Tidak ada cacatan yang resmi, sejak kapan bermula latto tatto ini di mainkan di Makassar. Pun orang
yang pertama kali memainkan, tidak ada yang mengetahuinya.

Yang pasti, permainan ini sekarang menjadi viral dan hampir seluruh sudut wilayah di Indonesia memainkannya, dari sabang sampai merauke.

Meskipun dengan nama yang berbeda-beda disetiap wilayah, tetapi tetap saja, nama atau kata latto-latto yang melekat dan viral di media mainstream dan media sosial.

Tidak hanya anak kecil ataupun rakyat biasa, bahkan para pejabat dan politisi pun, banyak muncul di media sosial, sedang memainkan dua buah bola plastik kecil dan padat yang terikat tali berbentuk pendulum.

Pendulum ini mengeluarkan bunyi tok-tok ketika saling beradu saat dimainkan. Meski banyak versi namanya di Indonesia, tapi satu hal yang pasti, permainan latto-latto ini, menjadi popular pertama kali di Makassar.

Jika menarik sedikit ke belakang, dan mencari sumbernya di internet, tidak sulit menelusuri sejarah latto-latto ini.

Bahkan di negara sebesar Amerika Serikat pernah menjadi permainan yang popular pada tahun 1960an sampai tahun 1970an, dengan nama clankers atau clackers.

Sebelum akhirnya pemerintah Amerika, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan, Food and Drug Administration (FDA), mengeluarkan maklumat untuk melarangnya, karena di khawatirkan berpotensi merusak atau melukai.

Saat itu, banyak anak-anak yang terluka akibat pecahan clanckers, yang bahannya terbuat dari kaca.

Elaborasi Gagasan

Meski latto latto muncul secara alami sebagai sebuah permainan anak-anak, dan tidak ada tendensi ataupun propaganda politik dalam populernya latto-latto beberapa bulan belakangan ini, tetapi fakta bahwa Indonesia sedang memasuki tahun politik.

Sehingga rentang waktu menjelang akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 ini, bisa kita lihat di media sosial banyak sekali tokoh publik dan politisi yang menjadikan latto-latto sebagai wadah mengambil simpati warga, melalui bermain sendiri ataupun dengan anak-anak.

Bahkan kita bisa melihat lomba latto-latto banyak di adakan di beberapa daerah, tidak hanya wilayah dimana pertama kali permainan ini popular, yaitu Makassar, tetapi juga hampir merata di seluruh Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved