Begini Pendapat Tokoh Golkar Erwin Aksa Soal Sistem Pemilu Proporsional Terbuka & Tertutup

Belakangan ini wacana penerapan kembali sistem proporsional tertutup kian ramai diperbincangkan menjelang Pemilu 2024.

Editor: Content Writer
DOK GOLKAR
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Belakangan ini wacana penerapan kembali sistem proporsional tertutup kian ramai diperbincangkan menjelang Pemilu 2024.

Polemik ini muncul setelah adanya permohonan gugatan uji materi tentang pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alhasil perdebatan ini berhasil menyita perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah partai politik (parpol) mengadakan pertemuan untuk menyatakan sikap menolak diberlakukannya sistem pemilu proporsional tertutup.

Adapun sejumlah partai yang menolak sistem pemilu tertutup diantaranya, yakni Partai Golkar, Nasdem, Gerindra, PKS, PKB, PAN, Demokrat dan PPP.

Untuk diketahui pertemuan ini, diinisiasi langsung oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto pada Minggu (8/1/2023).

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa mengatakan bahwa pada dasarnya sistem politik pemilu terdiri dari 2 sistem yakni proporsional tertutup dan terbuka.

"Proporsional tertutup di mana, kebanyakan elit partai yang duduk sebagai caleg sehingga yang bisa terpilih adalah mereka yang mendapat nomor urut atas dan akhirnya masyarakat tidak diberikan pilihan untuk memilih sesuai keinginan hati mereka." ucap Erwin dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Erwin Aksa.

Sementara proporsional tertutup, kata Erwin adalah sistem pemilihan dimana masyarakat bisa memilih sesuai keinginan setelah meilihat langsung kinerja wakil rakyat sehingga mereka dipilih langsung oleh rakyat tanpa mementingkan nomor urut.

Lebih lanjut, menurut tokoh Golkar ini, sistem proporsional terbuka adalah pilihan yang tepat karena merupakan perwujudan dari asas demokrasi yang sedang dikembangkan dan dibangun di Indonesia.

Di mana rakyat dapat memilih wakilnya yang mereka percaya. Sehingga nantinya wakil rakyat yang duduk di DPR dan DPRD baik nasional maupun daerah adalah mereka yang berkualitas.

"Kita ingin rakyat memilih wakil rakyatnya yang mereka percaya." kata Erwin.

Ia juga berharap agar sistem pemilu proporsional terbuka dapat menjadi landasan demokrasi Indonesia agar tidak mundur lagi.

"Kita ingin demokrasi semakin maju kedepan dan progresif. Semakin diperbaiki  jika ada yang kurang." ujarnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Erwin Aksa mengatakan bahwa koalisi pancasila mungkin akan terbentuk jika sistem proporsional tertutup dipaksakan pada pemilu 2024 mendatang.(adv\reskyamaliah).

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved