60 Warga Barru Ikut Sunatan Massal Gratis yang Digagas Forkami

Kegiatan tersebut berlangsung di Alula SMA 2 Negri Kabupaten Barru, Sulsel.

Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Forum Kajian Mahasiswa Islam Kabupaten Barru gelar Khitanan Massal di Alula SMA 2 Negri Kabupaten Barru, Minggu (15/1/2023). 

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Forum Kajian Mahasiswa Islam Kabupaten Barru gelar khitanan massal, Minggu (15/1/2023).

Khitanan masal ini digelar secara gratis untuk masyarakat Barru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Alula SMA 2 Negri Kabupaten Barru, Sulsel.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Memperingati Hari  Kesetiakawanan Sosial Nasional.

Dalam penyelenggaran kegiatan ini, Forkami menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Barru, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan OSIS SMA 2 Barru.

Ketua Panitia Pelaksana, Alam Al Kadri mengatakan peserta khitanan yang direncanakan hanya 30 orang saja, tapi karna membeludaknya pendaftar sehingga kita menambah kuota peserta menjadi 60 orang.

"Alhamdulillah antusiasme masyarat cukup tinggi untuk mengikuti khitanan massal ini," kata Alam.

"Bahkan ada banyak juga pendaftat yang masih kita pending dulu," bebernya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, dr Amis Rifai mengatakan selaku jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Barru mengingatkan untuk tetap waspada penyebaran virus Covid-19.

"Meskipun pemerintah secara resmi telah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19, kita masih harus terus waspada," ujarnya.

"Bagi yang mengalami gejala yang mengindikasi Covid-19, maka harus tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan virusnya," imbaunya.

"Kami dari Dinkes Barru selalu berterima kasih terhadap kegiatan yang mengacu pada kesehatan dan pelayanan masyarakat," kata dr Amis.

Secara ilmiah, lanjutnya, khitan telah banyak dilakukan penelitian, dan apabila tidak dibersihkan maka akan memicu kanker mukut rahim.

"Maka dari itu, agama kita mensyaratkan bagi umat muslim untuk melakukan khitan," tandasnya.

"Khitan ini tidak diklaim oleh BPJS, karna ini tergoloang kosmetik. Sehingga harus bayar untuk melakukan khitan di klinik atau rumah sakit," jelasnya.

"Tapi dengan hadirnya Forkami untuk menggagas khitanan massal ini, sehingga khitan massal ini gratis atau tidak berbayar," tutupnya.

 

Laporan jurnalis TribunBarru.com, Darullah, @uull.dg.marala

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved