Kilas Tokyo

Konkretisasi Berhemat

Membiarkan fasilitas umum kota rusak terbengkalai adalah bentuk pemborosan dan kegagalan mewujudkan tujuan pembangunan.

Editor: Hasriyani Latif
DOK PRIBADI
Muh Zulkifli Mochtar, doktor alumnus Jepang dan bermukim di Tokyo. Dia juga merupakan penulis tetap kolom Kilas Tokyo di Tribun Timur. 

Oleh:
M Zulkifli Mochtar
Doktor alumnus Jepang dan bermukim di Tokyo

TRIBUN-TIMUR.COM - Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kata berhemat punya beberapa arti.

Diantaranya, berhati hati membelanjakan uang, ataupun berusaha menggunakan sesuatu secara baik dan cermat supaya tidak cepat habis atau rusak.

Semangat berhemat ini sudah distimulasi orang tua kita sejak balita melalui pembiasaan menghabiskan makanan hingga butir nasi terakhir. Untuk mendidik anak menghargai arti makanan.

Dalam sepiring nasi ada keringat kerja keras orang tua, para petani, nelayan dan banyak orang lain. Tidak boleh dibuang sia sia seenaknya.

Ada dua point penting arah kata berhemat. Point Pertama, bertindak mengurangi pemborosan tidak perlu.

Dalam tataran negara, satu nilai esensial berhemat yakni dalam bidang energi. Negara didunia terus berusaha maju antusias melakukan efisiensi.

Sebuah survey dari The 2022 International Energy Efficiency Scorecard dirilis oleh American Council nirlaba untuk Ekonomi Hemat Energi (ACEEE) memperlihatkan Perancis dan Inggris menempati posisi tertinggi, diikuti Jerman, Belanda, Italia.

Lalu menyusul Spanyol dan Jepang. Survey berdasar 36 efficiency metrics dan berbagai praktik terbaik negara dalam penghematan energi.

Apakah hemat energi hanya gerakan pemerintah saja? Sama sekali tidak. Ada andil antusiasme berhemat warga secara menyeluruh.

Misalnya, 'Carsharing' sudah menjadi tren di Jerman. Menurut catatan Deutsche Welle, perusahaan Carsharing Jerman mencatat pertumbuhan tajam pengguna baru di tahun 2018 hingga total 2,46 juta pengguna yang terdaftar.

Jumlah Carsharing vehicles juga meningkat 12 persen. Antusiasme warga juga terlihat dalam sektor bangunan.

Rumah banyak direnovasi guna penghematan energi dengan memperbanyak jendela berkualitas tinggi dan material hemat energi terbaik.

Sementara di Jepang, riset industri pengembangan produk rice cooker, vacuum cleaner, washing machine, LED dan berbagai tipe alat rumah tangga yang tidak boros listrik terus bermunculan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved