Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Ayah Pemuda Bugis 20 Tahun Berharta Rp5 Triliun, Ternyata Pernah Jadi Tukang Ojek

Jhony Saputra mempunyai harta kekayaan senilai Rp5 triliun, atau menyamai nilai APBD Kota Makassar tahun 2023 senilai Rp5,6 Triliun.

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tangkapan layar prospektus JAAR
Kolase pengusaha tambang asal Bugis Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam dan putranya Jhony Saputra 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Umurnya masih 20 tahun. Pemuda Bugis dari Sulawesi Selatan berumur 20 tahun rupanya sudah memiliki harta kekayaan senilai Rp5 Triliun.

Jagat dunia maya pun dibuat heboh oleh sosok pemuda Bugis itu baru-baru ini.

Mereka bernama Jhony Saputra bersama saudaranya Liana Saputri.

Keduanya tercatat mempunyai harta kekayaan senilai Rp5 triliun, atau menyamai nilai APBD Kota Makassar tahun 2023 senilai Rp5,6 Triliun.

Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri baru berumur 20 tahun.

Keduanya adalah generasi kedua dari pengusaha tambang asal Bugis Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Publik pun banyak bernyata. Apa profesi Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri sehingga memiliki harta kekayaan Rp5 triliun di usia 20 tahun?

Ayah Jhony Saputra, Haji Isam adalah pengusaha perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara Kalimantan Selatan asal Sulsel.

Ia adalah pemilik perusahaan Jhonlin Group.

Sementara, Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri rupanya sudah memiliki saham besar di sebuah perusahaan.

Saham yang mereka miliki dengan kepemilikan langsung terbesar ketika perusahaan membuka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri mempunyai saham yang sama rata sebelum penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)

Liana Saputri jadi pengendali. Selain itu Liana Saputri dipercaya menjadi Komisaris Utama PGUN.

Total harta kekayaan Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri dari kepemilikan saham di PGUN jika dihitung mencapai Rp 5,08 triliun.

Jumlah itu diperoleh dari perhitungan status pemegang saham dua perusahaan pengendali Jhony Saputra dan saudaranya Liana Saputri di PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya.

Sejak tahun 2020, PGUN sudah mulai melantai.

Perusahaan itu bergerak pada bidang perkebunan kelapa sawit dan industri minyak kelapa sawit.

Ketika penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perusahaan itu ditawarkan pada harga Rp 115 dan mengumpulkan dana publik Rp 103,50 miliar.

Nama ayah keduanya, Haji Isam, sudah tidak muncul dalam perusahaan PGUN dalam prospektus penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Nama Haji Isam digantikan oleh kedua anaknya Jhony Saputra dan Liana Saputri.

Anak Haji Isam Jadi Komisaris Utama

Jhony Saputra, anak dari Haji Isam, menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk.

Praktik menempatkan anak atau kerabat keluarga lainnya sebagai komisaris di perusahaan memang sudah lazim terjadi di Indonesia.

Namun yang unik dari IPO PT Jhonlin Agro Raya Tbk, sang komisaris utama, Jhony Saputra relatif berusia masih sangat muda di posisi teratas wakil pemegang saham.

Jhony diketahui baru berusia 21 tahun dengan pendidikan terakhir SMA Al Azhar Jakarta Pusat, Jakarta Selatan pada 2018.

Ia resmi menjabat di Perseroan sejak 2022 sebagai Komisaris Utama. Selain itu, Jhony juga menjabat di beberapa perusahaan sebagai Pemilik PT. Araya Agro Lestari 2017 - sekarang.

Selain itu, Jhony menjabat sebagai pemilik PT Citra Agro Raya 2017 - sekarang, pemilik/pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa tahun 2018 - sekarang, dan pemilik/pemegang saham PT Surya Mega Adiperkasa tahun 2020 - sekarang.

Mendampingi Jhony adalah Bambang Aria Wisena yang menjabat Dewan Komisaris dan Usman Aji Purnomo sebagai Komisaris Independen.

Bambang yang berusia 59 tahun diketahui sebagai CEO PT Eshan Agro Sentosa sejak 2019 sampai sekarang.

Ia juga pernah menjadi CEO PT Bakrie Pasaman Plantations pada 2002-2004. Sementara Usman yang berusia 61 tahun menjabat sebagai Komisaris Independen di Perseroan sejak 2022.

Sosok Haji Isam

Nama Samsudin Andi Arsyad atau yang akrab dikenal Haji Isam mencuat setelah salah satu perusahaannya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) awal Agustus 2021.

Menyebut Haji Isam, nyaris semua orang Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengenalnya.

Sosoknya lekat dengan Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang usaha utamanya adalah perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara.

Haji Isam sendiri sebenarnya bukan asli Kalimantan, pria yang kini berusia 44 tahun ini merupakan perantau sukses dari Bone, Sulawesi Selatan.

Rumah besarnya tampak megah bak istana di tepi jalan raya di Batu Licin.

Total luas kediamannya disebut-sebut mencapai 20 hektare.

Ia juga cukup dikenal dengan hobi off road dan berburu.

Johlin memiliki lini usaha batubara di bawah bendera PT Jhonlin Baratama, lalu ada perusahaan perkapalan Jhonlin Marine and Shipping, Jhonlin Air Transport, perusahaan sewa atau rental jet pribadi.

Kemudian perusahaan biodiesel dan minyak sawit PT Jhonlin Agro Raya sampai pabrik gula dan dan pekebunan tebu PT Prima Alam Gemilang, anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri.

Haji Isam juga merupakan keponakan dari Sahbirin Noor yang tak lain merupakan Gubernur Kalsel saat ini.

Setelah pensiun sebagai camat, Sahbirin sendiri tercatat pernah menjabat sebagai direktur di salah satu perusahaan Jhonlin Group.

Pernah Jadi Tukang Ojek

Dikutip dari Tribunnews, sebelum sukses menjadi seorang pengusaha, Haji Isam pernah menjadi pekerja kasar di bidang perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan, bahkan pernah menjadi tukang ojek. Ia memulai usahanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Haji Isam mengawali terjun ke bisnis batubara nyaris hanya modal dengkul.

Berawal saat ikut di sebuah perusahaan milik seorang pengusaha Batubara asal Surabaya.

Pengusaha itulah yang mengenalkannya dengan usaha batu bara.

Usai keluar dari perusahaan tersebut, Haji Isam mencoba usaha sendiri dan mendirikan perusahaan bernama Jhonlin yang belakangan bisnisnya menggurita.

(Sumber: Kompas.com/Muhammad Idris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perusahaan Haji Isam Mau IPO, Anaknya yang Berusia 21 Tahun Jadi Komut"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved