Angin Puting Beliung di Gowa

Cerita Wanda Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Pallanga Gowa, Atap dan Isi Rumah Beterbangan

Salah satu warga terdampak, Ibu Rumah Tangga (IRT) Wanda, menceritakan insiden angin peting beliung. Rumahnya rusak diobrak-abrik, hujan belum turun.

SAYYID ZULFADLY/TRIBUN TIMUR
Salah satu korban terdampak angin puting beliung, Wanda di di Lingkungan Tahim 1, Dusun Je'netallasa, Desa Je'netallasa, Kecamatan, Pallangga, Kabupaten Gowa, Rabu (4/1/2023).Ia mengaku pada saat rumahnya rusak diobrak-abrik, hujan belum turun. 

TRIBUN-GOWA.COM - Belasan rumah warga rusak parah akibat diterjang angin puting beliung di Lingkungan Tahim 1, Dusun Je'netallasa, Desa Je'netallasa, Kecamatan, Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (4/1/2023).

Salah satu warga terdampak, Ibu Rumah Tangga (IRT) Wanda, menceritakan insiden angin peting beliung.

Kejadiannya, sekira pukul 07.00 Wita.

Kala itu, ia sedang baring di kamar lantai dua bersama suaminya

Tak lama, Wanda turun ke lantai satu rumahnya. Sedangkan suaminya masih berada di dalam kamar.

Ketika angin mulai berhembus, Wanda mengaku melihat angin kencang berputar menerjang rumahnya.

"Saya di dalam rumah sama suamiku. Lalu saya turun ke bawah. Terus datang angin kencang berputar-putar," ujarnya, saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku pada saat rumahnya rusak diobrak-abrik, hujan belum turun.

Menurut dia, hanya angin kencang yang berputar di rumahnya hingga atap dan isi rumah beterbangan.

Pada saat itu, suami Wanda yang masih berada di kamar lantai dua tetiba loncat ketika seng terbang dibawa angin

"Tidak hujan tadi, angin ji. Suamiku lompat dari atas (lantai 2) pas hilang atap rumah, kemudian jatuh juga tembok rumahku," katanya.

Beruntung suami Wanda selamat. Namun kaki suaminya keselo.

"Itu suamiku keselo kakinya karena lompatki, baru ditimpah juga batu-batu," ujarnya.

Bahkan, pakaian yang dijemur juga terbang dibawa angin puting beliung.

"Tidak kutaumi dimana seng rumah ku pergi dibawa angin, itu juga pakaianku yang kujemur tidak adami," sambungnya.

Ia menyebut, akibat insiden ini kerugian yang dialaminya ditaksir puluhan juta.

"Di sini 14 rumah rusak karena angin kencang. Kalau kerugian di rumahku kurang lebih Rp20 juta," pungkasnya. (*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved