Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Penerbangan Makassar-Bone Delay 1,5 Jam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengeluarkan peringatan dini akan bahaya cuaca esktrem.

Humas Bandara Sultan Hasanuddin
Suasana Bandara Sultan Hasanuddin - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengeluarkan peringatan dini akan bahaya cuaca esktrem. Beberapa penerbangan delay, termasuk penerbangan dari Makassar ke Bone, Rabu (28/12/2022). 

Warna pink itu menunjukkan curah hujan dengan intensitas bisa melampaui 150 milimeter dalam waktu satu hari,” ucap Dwikorita.

Khusus di wilayah Jabodetabek, Dwikorita menyebut adanya potensi hujan ekstrem pada hari ini.

“Prakiraan curah di Jabodetabek untuk besok tanggal 30 Desember. Ini hasil pemodelan, Jabodetabek itu kebanyakan pink sama merah, dan itu merata, sehingga ini yang perlu diwaspadai, ini hujan, ya, bukan badai. Intensitasnya bisa ekstrem,” kata Dwikorita.

Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan ekstrem adalah wilayah Kabupaten Bekasi bagian utara.

“Jadi yang perlu diwaspadai itu di Kabupaten Bekasi bagian utara,” ucap Dwikorita.

BMKG juga memprediksi hujan sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat bagian utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kota Bekasi.

“Untuk potensi hujan lebat, berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kabupaten Bogor bagian selatan, Depok, dan Jakarta Pusat,” ujarnya.

Dwikorita mengatakan hujan di Jabodetabek itu mulai menguat pada sore hari dan berlangsung terus sampai dini hari setelah pergantian hari ke tanggal 31 Desember 2022. BMKG mengimbau warga merencanakan kegiatannya dengan menyesuaikan prediksi cuaca tersebut. “Maksudnya agar Ibu/Bapak merencanakan kegiatannya dengan beradaptasi dengan kondisi tersebut,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers itu Dwikorita juga sempat menyinggung kondisi kemaritiman di jalur penyeberangan perairan Selat Bali.

Ia menyebut arus laut di wilayah itu mencapai 2,6 meter per detik pada Kamis (29/12). Warna pada arus perairan Selat Bali memperlihatkan warna kuning, oranye, bahkan merah, yang menandakan kencangnya arus serta peringatan bahaya bagi kapal penyeberangan.

“Coba itu telepon segera BMKG (Bali) agar segera. Itu sudah oranye,” kata Dwikorita. “Sampai oranye itu ngeri,” katanya.

Dwikorita meminta Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo untuk segera menghubungi BMKG di wilayah Bali dan ASDP di Bali terkait arus kencang yang terjadi.

“Sebaiknya Pak Eko secara paralel bisa telepon segera,” ungkap dia.

“Sebenarnya itu bisa dipantau langsung oleh pengelola pelabuhan dan pengelola penyeberangan, cuma kita harus saling mengingatkan,” lanjut Dwikorita.

Selengkapnya baca HL Tribun Timur edisi, Jumat (30/12/2022). (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved