Headline Tribun Timur
Penerbangan Makassar-Bone Delay 1,5 Jam
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengeluarkan peringatan dini akan bahaya cuaca esktrem.
TRIBUN-TIMUR.COM - Cuaca masih ekstrem. Pohon tumbang masih terjadi Makassar, Kamis (29/12/2022).
Pohon mangga tua di depan kediaman owner Bosowa, M Aksa Mahmud, di Jalan Chairil Anwar, Makassar, tumbang, kemarin sore.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengeluarkan peringatan dini akan bahaya cuaca esktrem.
Beberapa penerbangan delay, termasuk penerbangan dari Makassar ke Bone, Rabu (28/12/2022).
Nasrullah, mengaku menunggu penerbangan ke Bone dari Bandara Internasional Hasanuddin Makassar di Mandai, Maros, hampir dua jam.
Nasrullah bersama anak dan istrinya tiba dari Malaysia via Batik Air sekitar pukul 19.00 wita.
“Kami baru terbang ke Bone sekitar pukul 21.30 wita,” ujar Ulla, sapaan alumnus Unhas yang kini mukim di Malaysia itu.
Pesawat yang ditumpangi Ulla juga delay di Malaysia karena cuaca ekstrem.
“Di Bandara KL, delay satu jam, mendaratnya juga di Makassar tertunda karena faktor cuaca. Dua kali gagal landing, so dramatic,” ujar Ulla.
Mulai 1 Desember 2022, Bandara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, mulai beroperasi.
Maskapai Susi Air membuka penerbangan dari dan ke Bandara Arung Palaka.
Direktur Susi Air, Zulkarnain Adinegara mengatakan pembukaan rute itu berkat bantuan subsidi tiket dari Pemprov Sulsel.
Susi Air akan memakai pesawat LET L 410 UVP-E20. Pesawat LET L-410 adalah pesawat bermesin ganda yang serbaguna, yang kerap digunakan untuk jarak pendek. L-410 dioperasikan oleh dua pilot, dan mempunyai daya tampung mulai 15 hingga 18 penumpang.
Beroperasinya kembali Bandara Arung Palaka ini karena adanya bantuan keuangan Pemprov Sulsel dalam bentuk subsidi tiket sebesar Rp2,5 milliar.
Penerbangan dilakukan setiap hari, Senin hingga Jumat. Harga tiket, Ro457.880 dan Rp358 ribu untuk Bone-Makassar.
Cuaca memang bisa beruba seketika. Sekonyong-konyong turun hujan deras disertai angin kencang.
Sementara di media sosial, sebagian netizen “mempertandingkan” prediksi cuaca ekstrem BRIN dengan BMKG.
Memang muncul beda penafsiran antara peneliti BRIN dan BMKG terkait potensi hujan ekstrem hingga badai pada 28 Desember 2022 di wilayah Jabodetabek.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait terjadinya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air.
Jokowi juga meminta masyarakat untuk terus waspada. “Ya semuanya hati-hati, semuanya hati-hati, melihat informasi yang disampaikan BMKG,” kata Jokowi di Sumbawa, NTB, Kamis (29/12).
Imbauan serupa disampaikan Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/12). Jokowi meminta masyarakat mengikuti semua hal yang disampaikan BMKG.
“Ikuti semua informasi dan ikuti semua yang disampaikan oleh BMKG, udah itu saja,” kata Jokowi usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Istana Negara, Jakarta.
Imbauan serupa disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ia menyebut lembaga negara yang memiliki otorisasi terkait prakiraan cuaca adalah BKMG. “Kalau masalah ini otoritasnya itu kan ada di BMKG ya, otoritasnya,” kata Ma’ruf, di Istana Wapres Jakarta, Kamis (29/12).
Ma’ruf menyampaikan meski ada peneliti lain yang bicara soal prakiraan cuaca, BMKG yang harus tetap jadi pegangan. Dia menegaskan lagi BMKG yang memiliki otoritas terkait prakiraan cuaca.
“Jadi saya kira mungkin ada peneliti yang mungkin belum divalidasi datanya sehingga sempat mengumumkan hasil penelitiannya tapi yang harus dijadikan pegangan dari BMKG karena dia yang memiliki otoritas,” ucapnya.
Dalam update terbarunya, BMKG memprediksi hujan lebat hingga hujan ekstrem akan mengguyur sebagian Pulau Jawa pada Jumat (30/12) ini.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kejadian tersebut.
”Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan pemodelan cuaca secara numeris, BMKG memprakirakan adanya potensi peningkatan curah hujan mulai tanggal 30 hingga 31 Desember di beberapa wilayah Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/12).
Dwikorita kemudian memaparkan perbedaan warna pada peta yang ditunjukkan oleh BMKG. Hujan ekstrem berwarna pink dengan intensitas melampaui 150 milimeter per hari. Hujan sangat lebat berwarna merah pada peta dengan intensitas 100-150 milimeter per hari. Sedangkan hujan lebat berwarna oranye dengan intensitas 50-100 milimeter per hari.
“Dari peta ini perlu mewaspadai yang warnanya merah, harusnya kewaspadaan mulai dilakukan ketika warna kuning, apalagi berkembang menjadi oranye, merah dan yang paling parah itu yang berwarna pink.
Warna pink itu menunjukkan curah hujan dengan intensitas bisa melampaui 150 milimeter dalam waktu satu hari,” ucap Dwikorita.
Khusus di wilayah Jabodetabek, Dwikorita menyebut adanya potensi hujan ekstrem pada hari ini.
“Prakiraan curah di Jabodetabek untuk besok tanggal 30 Desember. Ini hasil pemodelan, Jabodetabek itu kebanyakan pink sama merah, dan itu merata, sehingga ini yang perlu diwaspadai, ini hujan, ya, bukan badai. Intensitasnya bisa ekstrem,” kata Dwikorita.
Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan ekstrem adalah wilayah Kabupaten Bekasi bagian utara.
“Jadi yang perlu diwaspadai itu di Kabupaten Bekasi bagian utara,” ucap Dwikorita.
BMKG juga memprediksi hujan sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat bagian utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kota Bekasi.
“Untuk potensi hujan lebat, berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kabupaten Bogor bagian selatan, Depok, dan Jakarta Pusat,” ujarnya.
Dwikorita mengatakan hujan di Jabodetabek itu mulai menguat pada sore hari dan berlangsung terus sampai dini hari setelah pergantian hari ke tanggal 31 Desember 2022. BMKG mengimbau warga merencanakan kegiatannya dengan menyesuaikan prediksi cuaca tersebut. “Maksudnya agar Ibu/Bapak merencanakan kegiatannya dengan beradaptasi dengan kondisi tersebut,” imbuhnya.
Dalam konferensi pers itu Dwikorita juga sempat menyinggung kondisi kemaritiman di jalur penyeberangan perairan Selat Bali.
Ia menyebut arus laut di wilayah itu mencapai 2,6 meter per detik pada Kamis (29/12). Warna pada arus perairan Selat Bali memperlihatkan warna kuning, oranye, bahkan merah, yang menandakan kencangnya arus serta peringatan bahaya bagi kapal penyeberangan.
“Coba itu telepon segera BMKG (Bali) agar segera. Itu sudah oranye,” kata Dwikorita. “Sampai oranye itu ngeri,” katanya.
Dwikorita meminta Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo untuk segera menghubungi BMKG di wilayah Bali dan ASDP di Bali terkait arus kencang yang terjadi.
“Sebaiknya Pak Eko secara paralel bisa telepon segera,” ungkap dia.
“Sebenarnya itu bisa dipantau langsung oleh pengelola pelabuhan dan pengelola penyeberangan, cuma kita harus saling mengingatkan,” lanjut Dwikorita.
Selengkapnya baca HL Tribun Timur edisi, Jumat (30/12/2022). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-Bandara-Sultan-Hasanuddin-vvv.jpg)