KPU Bone Dilapor ke DKPP

KPU Bone Bereaksi Usai Dilaporkan ke ke DKPP, Ini Pembelaanya

Laporan itu dilayangkan Rozahli ke DKPP karena menganggap KPU Bone tidak profesional saat seleksi wawancara PPK.

Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NOVAL KURNIAWAN
Konferensi pers KPU Bone terkait hak jawab atas laporan salah satu peserta seleksi PPK Rozahli Putra Badaruddin di DKPP. 

BONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone angkat suara atas laporan salah satu peserta seleksi PPK Rozahli Putra Badaruddin di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Laporan itu dilayangkan Rozahli ke DKPP karena menganggap KPU Bone tidak profesional saat seleksi wawancara PPK.

Merespon laporan itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyatakat dan Sumber Daya Manusia KPU Bone, Harmita mengatakan, jika setiap tahapan seleksi badan adhoc telah sesuai dengan prosedur PKPU.

PKPU dimaksud ada di nomor 7 tahun 2018 tentang seleksi anggota kPU provinsi dan kabupaten kota.

"Prosedur kami sudah sesuai pada pasal 4. Di mana prosedur dimulai dengan pendaftaran, penelitian administrasi, tes tertulis, tes psikologi, tes kesehatan, dan wawancara dengan materi penyelenggaraan Pemilu dan klarifikasi tanggapan masyatakat," katanya.

Sementara, Ketua KPU Bone, Izharul Haq menuturkan, terkait oknum pelapor memiliki rekam jejak buruk di KPU Bone.

“Ijal adalah mantan PPK di Tanete Riattang Barat dan ketika menjadi PPK, yang bersangkutan itu tidak berintegritas, karena merubah pleno perolehan suara Caleg,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian itu, kepolisian menyebut perbuatan oknum pelapor kejahatan pemilu.

Dalam pleno suara yang diraih Caleg hanya 80 menjadi 800. Jadi kami butuh waktu menyeleraskan data Panwascam dan saksi – saksi untuk meperbaiki semua itu. Jadi Ijal ini punya rekam jejak buruk di KPU Bone,” jelasnya.

Terkait pelaporan di DKPP, Izharul Haq menyebut saat ini pelaporan di DKPP masih menunggu giliran.

Jadi kita tunggu saja, apakah pelaporan ini berpotensi untuk diproses oleh DKPP atau tidak,” ujarnya.

Kalau Ijal menyebut nilai CATnya tinggi, itu hanya pengantar untuk ke tes wawancara. Di tes wawancara itu ada berbagai macam penilaian, seperti attitude, termasuk rekam jejak. Aplikasi Siakba tidak bisa mendeteksi rekam jejak,” tambahnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved