Sekprov Sulsel Diberhentikan
Abdul Hayat Gani Akui Pernah Dievaluasi Tim Bentukan Andi Sudirman Sulaiman
Tiga orang dari tim independen itu dianggap tidak memiliki kapabilitas untuk mengevaluasi dirinya untuk diberhentikan sebagai sekprov Sulsel.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Abdul Hayat Gani mengakui dirinya pernah dievaluasi oleh lima tim independen yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Evaluasi tersebut dilakukan pada Agustus 2022.
Namun saat itu, kata Abdul Hayat Gani, izin yang dikeluarkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) adalah untuk evaluasi kinerja, bukan evaluasi untuk pemberhentian.
Menurutnya, tiga orang dari tim independen itu dianggap tidak memiliki kapabilitas untuk mengevaluasi dirinya untuk diberhentikan.
Sebab, dua diantaranya merupakan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yakni Prof Murtir Jeddawi dan Prof Wahyu, kemudian Prof Amir Imbaruddin dari STIA LAN.
Adapun dua tim independen dari pusat, yakni Prof Erwan Agus Purwanto dari Kemenpan RB dan Eko Prasetyo Purnomo Putra dari Kemendagri.
Alumnus Universitas Hasanuddin itu mengatakan TGUPP melekat pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Sementara Bappeda berada di bawah Sekretaris Provinsi.
Sehingga menurutnya, tidak pantas bawahan melakukan evaluasi terhadap atasannya.
"Orang yang mengevaluasi itu, mohon maaf saya koreksi. Bahwa ada tiga orang yang namanya Prof Murtir, Prof Wahyu dan Prof Amir, rasanya tidak kapabel mengevaluasi saya," kata Abdul Hayat saat ditemui di Rujab Sekprov, Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (13/12/2022) malam.
"Mestinya, kelimanya harus dari pusat. Supaya independensi ada," tambahnya.
Menurut pria kelahiran Barru itu, seharusnya yang membuat SK untuk evaluasi pemberhentian adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
"Bukan SK Gubernur kalau evaluasi begitu. Ini yang kita sesali," kata Abdul Hayat.
Mantan direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah III Kementerian Sosial RI itu mengaku kaget dirinya tiba-tiba dipecat.
Sebab, sebelumnya ia pernah menanyakan terkait dua surat yang dikirim Andi Sudirman ke Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mantan-Sekprov-Sulsel-Abdul-Hayat-Gani-2.jpg)