Korupsi Beras Bulog

Penyidikan Kasus Hilangnya Beras 500 Ton di Gudang Bulog Pinrang Juga Diketahui KPK

Tim penyidik pun menaikkan status dugaan korupsi hilangnya 500 ton beras itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi didampingi Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus (Pidsus) Hari Surachman, Ketua Tim Penyidikan Hanung Widyatmaka saat rilis di kantornya, Kamis (8/12/2022) siang. Pengusutan Kejati atas dugaan korupsi hilangnya 500 ton beras di Gudang Bulog Pinrang kini memasuki tahap penyidikan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengusutan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan atas dugaan korupsi hilangnya 500 ton beras di Gudang Bulog Pinrang kini memasuki tahap penyidikan.

Peningkatan dari tahap penyelidikan ke penyidikan itu disampaikan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus (Pidsus) Hari Surachman, di kantornya, Kamis (8/12/2022) siang.

"Kami dari tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menerbitkan surat perintah penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan," katanya.

Peningkatan dari penyelidikan ke penyidikan itu berdasarkan surat perintah nomor 871/P4/FE1/11/2022 tanggal 25 November 2022.

"Jadi sejak tiga minggu lalu kami sudah melakukan penyelidikan," ujarnya.

"Kemudian serangkaian penyelidikan kami sudah menemukan adanya dugaan tindak pidana (korupsi)," sambungnya.

Atas dasar itu, tim penyidik pun menaikkan status dugaan korupsi hilangnya 500 ton beras itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Sementara untuk surat perintah penyidikan, lanjut Hari, juga telah ditembuskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Adapun surat dimulainya penyidikan sudah kita tembuskan ke penyidik KPK," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengusut dugaan korupsi hilangnya 500 ton beras di Gudang Bulog Pinrang.

Pengusutan itu diumumkan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus (Pidsus) Hari Surachman, di kantornya, Kamis (8/12/2022) siang.

Hary Surachman mengumumkan penyelidikan dan penyidikan hilangnya 500 ton beras itu, didampingi Kasi Penkum Soetarmi dan Ketua Tim Penyidikan Hanung Widyatmaka.

"Kami dari Kejaksaan Tinggi Sulsel khususnya bidang Pidsus terkait penanganan perkara Bulog," kata Soetarmi mengawali konferensi pers.

Kasidik Pidsus Hari Surachman pun mengumumkan penyelidikan dan penyidikan kasus itu.

"Perkara yang kami tangani yaitu hilangnya penyaluran beras pada Perusahaan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Pembantu Pinrang," ujar Hari.

"Kami dari Penyidik Pidana Khusus Kejati Sulsel sudah menerbitkan surat perintah penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan," sambungnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved