Gempa Bumi
Gempa Bumi Sukabumi 6,1 SR dan 5,8 SR Hari Ini, Pusat Gempa Barusan, Dirasakan di Bogor dan Bekasi
Peristiwa gempa bumi 6,1 SR dan 5,8 SR mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022), pagi. Dirasakan di Bogor dan Bekasi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Peristiwa gempa bumi 6,1 SR dan 5,8 SR mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022), pagi.
Gempa tercatat terjadi pada pukul 07.50 WIB.
Demikian info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.
Lokasi gempa berada di titik koordinat 7.11 LS,106.99 BT, 22 Km tenggara Sukabumi di kedalaman 104 Km.
• Waspada Potensi Gempa Bumi Megathrust Selatan Jawa 8,9 SR dan Tsunami 34 Meter, Melebihi di Aceh
Gempa ini tak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan gempa bumi dikabarkan dirasakan hingga di Bogor dan Bekasi, Jawa Barat.
Potensi megathrust di selatan Jawa
Sebelumnya, gempa bumi 6,4 SR juga mengguncang Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022) dan 5,6 SR di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).
Setelah rentetan gempa bumi bermagnitudo besar mengguncang Jawa, muncul kabar potensi gempa bumi megathrust di selatan Jawa.
Baca juga: Sosok Aiptu Sofyan Polisi Korban Bom Meledak Polsek Astana Anyar, Firasat Kakak Sebelum Adik Tewas
Dikutip dari Kompas.com, daerah di selatan Jawa bagian barat dan tenggara Sumatera berpotensi alami gempa bumi hingga M 8,9.
Tak hanya itu, dalam pemodelan menunjukkan gempa di zona tersebut bisa memicu tsunami hingga 34 meter, melebihi ketinggian tsunami Aceh 2004.
Hal tersebut berdasarkan penelitian terbaru dan diungkapkan Pepen Supendi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) dan peneliti postdoctoral di University of Cambridge.
”Hasil penelitian kami tentang potensi gempa dan tsunami akibat megathrust di selatan Jawa (bagian) barat dan tenggara Sumatera baru saja diterbitkan di jurnal Natural Hazards,” kata Pepen yang menjadi penulis pertama laporan ilmiah ini, dikutip dari Kompas.id, Selasa (1/11/2022).
Laporan ilmiah ini juga ditulis Sri Widiyantoro dari Institut Teknologi Bandung (ITB); Nicholas Rawlinson dari Department of Earth Sciences-University of Cambridge; Tatok Yatimantoro, Daryono, serta Dwikorita Karnawati dari BMKG; Abdul Muhari dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); Rahma Hanifa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); serta sejumlah peneliti lain.
Selain potensi gempa hingga M 8,9 kemudian dilakukan pemodelan tsunami di wilayah tersebut untuk dua skenario berdasarkan perkiraan celah seismisitas dan keberadaan sesar belakang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gempa-bumi-sukabumi-1-8122022.jpg)