Cerita Amir Uskara Pemuda Kampung yang Tak Lolos di Akabri dan Gagal Jadi Dokter, tapi Jadi Doktor

Wakil Ketua Umum PPP, M Amir Uskara (56) mengenang jika dirinya semasa kecil tak pernah bercita-cita menjadi seorang politisi dan duduk di DPR.

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/EDI SUMARDI
Wakil Ketua Komisi XI sekaligus Ketua Fraksi PPP DPR RI, M Amir Uskara ketika sharing dalam acara Leadership Forum & Capacity Building GenBI 2022 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, di Hotel The Rinra, Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Sabtu (3/12/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Ketua Umum PPP, M Amir Uskara (56) mengenang jika dirinya semasa kecil tak pernah bercita-cita menjadi seorang politisi dan duduk di DPR.

Justru dia malah bercita-cita menjadi engineer, dokter, hingga militer.

Namun, takdir berkata lain.

Tuhan menakdirkan politisi kelahiran, Gowa, 9 Desember 1965 itu jadi pengusaha, lalu jadi politisi Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ), hingga akhirnya terpilih menjadi anggota Dewan yang mengurus masalah anggaran (budgeting).

Setamat SMA Negeri 1 Sungguminasa, mantan Ketua GP Ansor itu berangkat ke Magelang, Jawa Tengah untuk mendaftar Akabri (sekarang Akmil dan Akpol).

Amir Uskara bercita-cita menjadi militer (tentara atau polisi) sebab di era Ode Baru, sebagian kepala daerah berlatar belakang militer dengan sistem penunjukan langsung.

"Pas lulus SMA, saya mendaftar di Akabri. Sempat ke Magelang jadi Catar (Calon Taruna). Sampai di Magelang, dipulangkan. Mungkin karena orang kampung, tidak ada akses (koneksi). Mungkin juga karena tidak lulus, jadi dipulangkan," tutur Amir Uskara mengenang.

Baca juga: Benarkah Amir Uskara Bakal Bertarung di Pilkada Gowa?

Hal itu diceritakan Amir Uskara ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara Leadership Forum & Capacity Building GenBI 2022 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, di Hotel The Rinra, Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Sabtu (3/12/2022).

Kegiatan ini diikuti 210-an mahasiswa S1 penerima beasiswa Bank Indonesia dari Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Universitas Negeri Makassar ( UNM ), dan UIN Alauddin.

Tak lulus di Akabri, dia tak patah semangat.

Tuhan menakdirkan dia lulus di Fakultas Teknik Unhas.

"Pas pulang dari Magelang, ada pengumuman (penerimaan) mahasiswa baru dan saya keterima di Fakultas Teknik Unhas," tuturnya.

Amir Uskara mendaftar di Fakultas Teknik Unhas karena dia bercita-cita menjadi engineer pesawat terbang.

Terima HAKI Amir Uskara Ajak Politisi Menulis Buku

"Dulu di kampung kalau kita lihat pesawat, kita lari berteriak 'Kapal'. Saya belajarlah teknik perkapalan, tapi bukan kapal terbang," kata dia berkelakar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved