Muktamar Asadiyah

Kata Bunyamin Yafid soal Sosok Pemimpin Ideal As'adiyah

Pondok Pesantren As'adiyah melakukan pergantian kepemimpinan melalui Muktamar As'adiyah XV.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar YouTube Tribun Timur
Ketua Panitia Muktamar XV Asadiyah Bunyamin Yafid saat live podcast di YouTube Tribun Timur. Bunyamin Yafid membeberkan sosok pemimpin ideal Pondok Pesantren Asadiyah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Pondok Pesantren As'adiyah melakukan pergantian kepemimpinan melalui Muktamar As'adiyah XV.

Muktamar pondok pesantren yang telah berusia 93 tahun itu dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabu (3/11/2022).

Transformasi nilai-nilai Wasathiyah Asadiyah menuju Indonesia tangguh dan bermartabat menjadi tema muktamar yang akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Pembukaan Muktamar As'adiyah oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Ketua Panitia Asadiyah Bunyamin Yafid mengatakan muktamar diawali dengan seminar kebangsaan.

Kemudian agenda selanjutnya adalah membahas AD/ART serta pemilihan ketua baru selama lima tahun kedepan.

Menurut Bunyamin Yafid, selama ini Pondok Pesantren Asadiyah selalu dipimpin oleh ulama kharismatik, disegani umat, dan dekat dengan Allah SWT.

"Itulah ciri khas ketua umum As'adiyah. InsyaAllah kita semua berharap yang memimpin As'adiyah adalah ulama yang kharismatik dan disegani umat dengan konsep moderatnya, yang bisa menjadi panutan semua umat," katanya.

Pemimpin Asadiyah, kata dia, bukan hanya memimpin pesantren tersebut, tetapi juga bagi semua umat.

"Semua umat yang ada di dunia ini, di Indonesia, dan lebih khusus di Sulawesi Selatan. Karena Asadiyah menuju satu abad. Makanya kita ingin Asadiyah ada wajah baru di episode kedua setelah satu abad terlewati," ujarnya.

Meskipun diharapkan As'adiyah hadir dengan wajah baru, tetapi tradisi kepesantrenan yang melekat di As'adiyah tetap dipertahankan.

Dengan wajah baru, kata dia, Asadiyah bisa lebih diterima oleh dunia.

"Itulah yang kita inginkan dengan kemajuan. Bahkan ada wacana Asadiyah juga akan tetap ada pesantrennya, tetapi juga menjadi sebuah ormas," katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved