Musda KNPI Maros

Musda KNPI Maros Diundur, DKP Mandai Soroti Pengunduran Diri Ketua Panitia

Sedianya Musda digelar 3-4 Desember 2022 namun berpolemik sehingga tidak jadi dilaksanakan sesuai rencana awal.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
KNPI Mandai
Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Mandai Fatmawati. DPK Mandai menyayangkan sikap ketua panitia mundur jelang Musda KNPI Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Agenda Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Maros (KNPI Maros), Sulawesi Selatan diundur.

Sedianya Musda KNPI Maros digelar 3-4 Desember 2022 namun berpolemik sehingga tidak jadi dilaksanakan sesuai rencana awal.

Persoalan Musda muncul ketika ketua panitia mengundurkan diri.

Pengunduran diri ketua panitia itu mendapat sorotan dari Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Mandai Fatmawati.

Fatmawati mempertanyakan tentang status mundurnya ketua panitia secara sepihak.

Ia berpendapat jika penunjukan ketua panitia musda diputuskan dalam pleno dan dituangkan dalam surat keputusan.

Sehingga dengan mundurnya ketua panitia, juga harus diplenokan.

"Dalam SK jelas tertuang bahwa panitia musda itu sepaket dengan Steering Committee. Maka wajar jika saya bertanya apakah SK yang sudah plenokan itu masih berlaku atau memang sudah terganti," kata Fatmawati, Kamis (1/2/2022).

Fatmawati juga menanggapi terkait pernyataan mantan Ketua Panitia musda Abudhar tentang tidak adanya DPK yang bisa mengeluarkan rekomendasi terhadap bacalon karena terkendala SK DPK yang tidak jelas.

"Salah besar itu, kalau dia samaratakan semua DPK tidak bisa kasih keluar rekom ke bacalon. Saya ini di DPK Mandai punya SK yang sah serta masih berlaku dan tentu saya bisa mengeluarkan rekomendasi," katanya.

Bahkan Fatmawati menantang Abudhar dan jajaran DPD KNPI Maros versi Herwan untuk mengungkap ke publik DPK-DPK mana saja yang selama ini sudah punya SK dan mana yang belum.

"Jika proses tahapan Musda KNPI tetap dilanjutkan, jangan hanya karena mundurnya satu orang membuat proses regenerasi pemuda di Maros juga ikut tertunda," katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved