Polres Maros Diminta Usut Mafia Bansos yang Minta Paksa Rp1 Juta, Dinsos Salahkan Orang Lain

Polres Maros diminta untuk turun menyelidiki adanya dugaan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran dan terjadinya pemotongan.

Editor: Ansar
Kolase Tribun-Timur.com
Ilustrasi uang dan penerima bantuan berkumpul di kantor Kecamatan Maros Baru. Warga menyebut sudah enam bulan mafia bansos menjalankan aksinya. Mafia terima bantuan tapi tak setor ke penerima yang sebenarnya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang warga, Alhak meminta kepada Polres Maros untuk mengusut dugaan pungutan liar saat penyaluran bantuan sosial.

Polres Maros diminta untuk turun menyelidiki adanya dugaan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran dan terjadinya pemotongan.

Warga minta Unit Tipikor Polres Maros melakukan penyelidikan setelah penyaluran bantuan di Kecamatan Maros Baru ribut beberapa waktu lalu.

Pasalnya, penerima yang terdaftar di Kementerian Sosial tidak menerima bantuan selama enam bulan terakhir.

Kartu undangan penerima bantuan malah dipegang oleh mafia bansos yang dinilai tak layak menerima bantuan.

"Kami minta ke Polres Maros untuk menyeret semua mafia bansos yang merugikan penerima manfaat," kata Alhak, Rabu (30/11/2022).

Jika Polres Maros tak mengusut dugaan pungli bansos, maka kemungkinan mafia bansos masih leluasa beraksi.

Keberadaan mafia bansos di Maros harus diberantas sebelum merugikan banyak orang.

"Ini kan sudah lama berjalan, terjadi penyaluran tak tepat sasaran dan sudah ketahuan masih minta Rp 1 juta. Harusnya tak boleh dibiarkan," ujar dia.

Alhak berharap polisi dapat berkerja secara profesional dan menyeret oknum-oknum yang ikut menyalahgunakan bantuan sosial.

"Kasihan warga pak. Harus terima bantuan, tapi malah diambil para jaringan mafia bansos. Itu jelas pealnggarannya," kata dia.

Seperti yang terjadi di Desa Mattirotasi, Maros Baru, ada warga yang seharusnya terima bantuan, tapi diambil oleh orang dekat pendamping.

"Penyaluran bantuan di Maros tidak tepat sasaran. Di Maros Baru, tepatnya Desa Mattirotasi, ada orang terima bantuan tapi pakai undangan orang lain," kata seorang warga, Ikbal, Minggu (27/11/2022).

Mertua Ikbal tersebut seharusnya menerima bantuan. Tapi diambil oleh mafia bansos atau orang dekat pendamping.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved