Sekprov Sulsel Diganti
Soal Kisruh Pencopotan Sekprov, DPRD Sulsel Minta Andi Sudirman Sulaiman Transparan
Ia menyayangkan sikap Andi Sudirman Sulaiman yang melakukan evaluasi secara diam-diam hingga membuat prahara terkait pergantian sekprov.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
Menurutnya, cara yang dilakukan Andi Sudirman Sulaiman malah disembunyikan dari publik bahkan dari orang terdekatnya.
"Etikanya masa seperti itu. Surat pengusulannya September dan baru diketahui sekarang. Tidak pernah ada yang dengar ini. Berarti kan cokko-cokko (sembunyi-sembunyi)," katanya.
"Kenapa coba harus dicokko-cokko. Kalau mau diganti, yah ganti saja. Kan dia yang mau pakai. Cuman mengganti itu ada proses dan aturannya," tambahnya.
Legislator Golkar itu mengatakan tidak ada masalah terkait pergantian selagi masih sesuai aturan.
Andi Sudirman Sulaiman sudah melakukan itu sesuai aturan, tetapi etikanya yang tidak bagus.
"Kalau memang gubernur mau ganti yah ganti saja. Karena beliau punya kewenangan. Kita di sini hanya pengawasan dan jalannya pemerintahan," katanya.
Sementara itu Andi Sudirman Sulaiman mengatakan evaluasi pejabat yang dilakukan rutin dilakukan selama dua kali setahun.
Bukan hanya Abdul Hayat Gani, namun seluruh pejabat pemerintahan baik eselon 1 maupun 2 wajib dievaluasi.
"Eselon 1, eselon 2 semuanya ASN memang wajib dievaluasi. Setiap enam bulan kita berlakukan di sini," ujarnya.
Ia mengaku tidak ingin pusing memikirkan itu. Ia juga menyebutkan tidak mengurus masalah seperti itu.
"Yang pusing saya itu bagaimana bisa menjalankan dengan baik kinerjanya. Tetap fokus saja kerja. Semuanya bisa dievaluasi," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Gubernur-Sulse-Andi-Sudirman-Sulaiman-Investasi.jpg)