Jembatan Rusak

Bosan Dijanji, Warga Desa Matajang Enrekang Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

Jembatan rusak di Desa Matajang dengan panjang kurang lebih 30 meter karena dihantam banjir bandang beberapa bulan yang lalu.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
dok warga
Antusiasme warga gotong goyong bangun jembatan yang rusak di Desa Matajang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (27/11/2022). Jembatan dengan panjang kurang lebih 30 meter itu rusak sejak dihantam banjir bandang beberapa bulan yang lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Jembatan di Desa Matajang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dibangun darurat oleh warga sekitar, Minggu (27/11/2022).

Warga membangun jembatan darurat agar tak sulit lagi beraktivitas sehari-hari.

Jembatan dengan panjang kurang lebih 30 meter itu rusak sejak dihantam banjir bandang beberapa bulan yang lalu.

Jembatan ini merupakan penghubung Kecamatan Maiwa dan Bungin.

"Ada ratusan warga bergotong royong, karena jembatannya kan putus jadi kami ambil batang pohon besar di hutan kemudian ditarik pakai tali. Nah itu batang pohon dijadikan jembatan darurat," ujar Kepala Desa Matajang, Karman, kepada TribunEnrekang.com.

Meski saat ini sudah bisa dilalui oleh masyarakat, Karman tidak menjamin ketahanan jembatan darurat itu.

Warga menganggap Pemkab Kabupaten Enrekang tutup mata.

Bahkan warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhannya ke Pemkab namun cuma mendapatkan janji.

Padahal Pemkab Enrekang saat ini tengah mengelola pinjaman dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp 441 miliar.

Karman juga menyebutkan Kepala Dinas PU pernah berjanji akan membenahi jembatan itu, namun baru bisa dikerjakan tahun depan.

Baginya, jembatan itu perlu perbaikan. Sebab itu merupakan akses perekonomian masyarakat.

"Berjanji (Kadis PU) tapi tahun depan, jadi saya ambil alih cepat karena warga sudah tersiksa kasihan. Kalau kita menunggu karena pengalaman saya, beberapa kali saya dijanji tapi tidak pernah ditepati," katanya.

"Saya sudah malas dijanji terus, jadi lebih baik saya ambil alih daripada masyarakat saya tersiksa," lanjutnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved