Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perdana Menteri

Ini Janji Anwar Ibrahim Setelah Dilantik Jabat Perdana Menteri Malaysia, Termasuk Tak Ambil Gaji

Anwar Ibrahim berjanji tak akan mengambil gajinya dan merampingkan kabinet selama menjabat sebagai Perdana Menteri.

Tayang:
Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
Anwar Ibrahim. Anwar Ibrahim tak akan mengambil gajinya selama ia menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - "Saya memilih menolak gaji seorang Perdana Menteri," ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Hal itu disampaikan Anwar Ibrahim saat menggelar konferensi pers pertamanya sebagai PM Malaysia, Kamis (24/11/2022).

Anwar Ibrahim dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia di Istana Negara.

Hal itu dilakukan Anwar Ibrahim agar bisa mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat, sehingga tidak memandang menteri dan pemimpin hanya memikirkan gaji saja.

“Saya ingin menjelaskan di sini bahwa kami telah menetapkan sidang parlemen pada 19 Desember, dan mosi pertama, selain saya mengambil sumpah, adalah mosi dari pemerintah untuk mosi percaya,” ucap Anwar Ibrahim.

Sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan legitimasi yang ada.

Rampingkan Kabinet

Selain tak mengambil gaji sebagai Perdana Menteri, Anwar Ibrahim juga akan merampingkan kabinet dan mengurangi gaji menteri.

Menurut Anwar, usulan penurunan gaji di kalangan para menteri dan pengurangan ukuran kabinet sedang dibahas.

“Ukuran kabinet pasti akan lebih kecil dan saya meminta menteri baru untuk menyetujui usulan saya untuk mengurangi gaji mereka,” kata Anwar dalam jumpa pers di Kediaman Resmi Perdana Menteri Malaysia, Jumat (25/11/2022).

“Ini masih dalam proses pembahasan dan persiapan,” sambung Anwar.

Dia menambahkan, prioritas utamanya adalah mengatasi permasalahan meningkatnya biaya hidup di Malaysia.

“Ada perkembangan positif, seperti kekuatan ringgit dan pasar saham saat ini, ini menunjukkan kepercayaan (terhadap) pemerintah,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, pihaknya telah memerintahkan instansi-instansi pemerintah untuk segera mengambil langkah dan menggelar pertemuan paling lambat Senin (28/11/2022).

Dia juga mengumumkan bahwa Gabungan Rakyat Sabah (GRS) resmi bergabung dengan pemerintah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved