Pungli

Ada Lurah di Makassar Terima Duit Rp 75 Juta dari Perusahaan Telekomunikasi, Danny: Bikin Malu

Wali Kota Makassar Danny Pomanto memberi peringatan kepada oknum lurah yang melakukan pungutan liar (pungli)

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Siti Aminah
Wali Kota Makassar Danny Pomanto 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar Danny Pomanto memberi peringatan kepada oknum lurah yang melakukan pungutan liar (pungli).

Danny menegaskan, yang bersangkutan harus melakukan pengembalian terhadap perusahaan telekomunikasi atau provider yang ditempati pungli.

Ia memberi waktu lurah tersebut selama satu bulan untuk pengembaliannya.

"Satu bulan (waktu) kembalikan itu uang," tegas Danny saat ditemui di kediamannya, Jl Amirullah, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (16/11/2022).

Danny mengungkap, bukan cuma satu lurah yang melakukan pungli.

Banyak lurah nakal yang memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan.

Brigadir F Polisi Asal Barru Tewas Setelah Pesan Cewek BO, Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Suami Indira Jusuf Ismail ini pun mengaku sudah mengantongi nama-nama lurah yang nakal.

"Ohh sudah ada mi catatan ku (lurah nakal), wah lebih (puluhan)," ungkap Danny.

Menurutnya, lebih baik jika ia terang-terangan mengungkap dalang dari pungli ataupun tindakan menyimpang di tubuh pemerintah.

Dari pada nantinya saat berkasus hukum namanya diseret-seret karena terlibat.

"Saya lebih bagus terbuka begini dari pada nanti lagi jadi kasus hukum dia pikir orang setor-setor di wali kota," tuturnya.

Polisi Tangkap Penikam Brigadir F Asal Barru Sulsel, Tikam Korban Setelah Batalkan Pesanan MiChat

Danny menambahkan, untuk mengungkap pelaku pungli tersebut ia meminta korban untuk menyebut namanya. 

"Saya paksa dia (korban pungli) sebut. Sebut namanya kalau tidak sebut saya tidak kasih izin ko anu mu (pemasangan jaringan) saya bongkar semua. Berapa kau dimintai? Ingat tidak ada satu pun satu sen pun pungutan soal ini ingat," tegasnya.

Danny juga mewanti-wanti para camat, jangan sampai mereka berperan dalam pungutan liar terhadap perusahaan telekomunikasi. 

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved