Disbudpar Sulsel
Unhas dan Disbudpar Sulsel Lacak Wisata Religi Sulsel, Dr Ida: Banyak Destinasi Tapi Kering Literasi
keberadaan obyek wisata religi di Sulsel masih sangat tradisional, miskin wacana dan literasi. Sehingga hanya dikunjungi oleh orang-orang tertentu.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan kaya dengan wisata religi. Hampir di semua kampung, bahkan hingga level RT/RW, terdapat destinasi wisata religi.
Kebiasaan warga Sulsel, yang sebagian besar, ziarah kubur di moment-moment tertentu adalah peluang besar mengembangkan wisata religi.
Hampir setiap tahun, warga asal Sulsel yang tinggal di luar Sulsel, bahkan di luar negeri, pulang kampung untuk wisata religi.
Hanya saja, keberadaan obyek wisata religi di Sulsel masih sangat tradisional, miskin wacana dan literasi. Sehingga hanya dikunjungi oleh orang-orang tertentu.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan tim Universitas Hasanuddin dengan tim Disbudpar Sulsel di lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (11/11/2022).
Hadir dalam pertemuan itu dari Disbudpar Sulsel Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Disbudpaer Sulsel Ibrahim Halim, Kepala Seksi Kasi Industri Pariwisata Disbudpar Sulsel Hariyani Rasuli SAg MM, dan Staf Seksi Destinas Disbudpar Sulsel Nurliana.
Sedangkan dari tim Unhas hadir, antara lain, Kepala Bagian Humas Supratman Supa Athana SS MSc PhD, Kepala Biro Komunikasi Drs Mansur MSi, Kepala Bagian Promosi Adi Wardoyo SHut, Kepala Subbagian Publikasi dan Hubungan Eksternal pada Bagian Hubungan Masyarakat Sardy Organiady SH MH, serta Kepala Pusat Kajian Pariwisata dan Kebudayaan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr Ida Liana Tanjung SPd MHum.
"Unhas dan Disbudpar Sulsel sudah MoU untuk bekerja sama. Kita lagi membahas intensiif teknis dari MoU ini. Salah satunya adalah pengembangan wisata religi," kata Supratman Supa Athana.
Menurut Dr Ida Liana Tanjung SPd MHum, obyek wisata religi di Sulsel masih sangat tradisional, miskin wacana dan literasi. Sehingga hanya dikunjungi oleh orang-orang tertentu.
Dr Ida Liana Tanjung SPd MHum mencontohkan, baru-baru ini dia menerima tim peneliti dari Australia, yang sedang meneliti keberadaan Syekh Yusuf Al Makassary.
"Jadi mereka meneliti kenapa Syekh Yusuf begitu melegenda di sepanjang pesisir Asia dan Afrika," ujar Ida Liana Tanjung.
Ditambahkan Supratman Supa Athana, dalam kerja sama tersebut juga akan melibatkan Departemen Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas untuk pengembangan wisata religi.
"Jadi Departemen Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas akan memaksimalkan promosi obyek wisata religi di Sulsel ke Timur Tengah, dengan berbagai cara," jelas Supratman Supa Athana.(*)