Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mubes IKA Unibos 45

Terpilih Jadi Ketua Harian IKA Unibos 45, Baba: Kita Harus Punya Brand

Untuk menjadikan IKA Unibos 45 bisa cepat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dibutuhkan figur pemimpin gesit dan berpengalaman.

Tayang:
Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NOVAL KURNIAWAN
Ketua Harian Ika Unibos 45 periode 2022-2027 Baba foto bersama alumni di Temu Nasional dan Musyawarah Besar Ika Unibos 45, Lantai FR Menara Bosowa, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/11/2022). Baba dan Satria Majid selaku ketua umum akan berkoordinasi membangun ide-ide dari kalangan pengusaha dan birokrat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baba terpilih menjadi ketua harian Ikatan Alumni Universitas Bosowa 45 (IKA Unibos 45) di Lantai FR Menara Bosowa, Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (5/11/2022).

Baba terpilih sebagai ketua harian berdasarkan hasil diskusi bersama aklamasi Ketua Umum IKA Unibos 45 terpilih Satria Majid, Founder Bosowa Grup Aksa Mahmud, Rektor Unibos Batara Surya, dan Ketua Panitia Temu Nasional dan Musyawarah Besar IKA Unibos 45 Jamaluddin Nawir.

Baba menjelaskan hasil diskusi tersebut. Menurutnya, untuk menjadikan IKA Unibos 45 bisa cepat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dibutuhkan figur pemimpin gesit dan berpengalaman.

Dan itu, kata dia, ada pada Satria Majid yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

"Satria Majid memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan saya sebagai aparatur negara. Saya kira jika kami disatukan maka tidak akan ada yang susah," katanya.

Baba dan Satria Majid akan coba berkoordinasi membangun ide-ide dari kalangan pengusaha dan birokrat.

"Kalau kita berdua bisa bersinergi, maka saya kira tujuan kita akan bisa tercapai," jelasnya.

Namun untuk saat ini hal paling mendesak yang harus dikerjakan alumni adalah persoalan brand image kampus.

"IKA Unibos 45 ini kalau dibandingkan Ika di kampus lain, kita sebenarnya masih jauh ketinggalan. Masih banyak hal yang harus dibenahi," katanya.

"Pertama dari sisi brand. UGM misalnya memiliki brand ekonomi kerakyatan, Unhas brandnya maritim, ITB brandnya sains dan teknologi, dan IPB brandnya teknologi pertanian. Nah sekarang di Bosowa kita mau apa? Kita tidak punya brand," sambungnya.

Sehingga menurutnya, tantangan IKA dan sivitas akademik ke depan, adalah bagaimana menghadirkan brand bagi Unibos.

"Karena kalau kita tidak punya brand tentu nilai jual kampus akan rendah," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved