Rusia vs Ukraina
Spesifikasi Drone Lancet Rusia, Ringan Tapi Jadi Mimpi Buruk Militer Ukraina
Demikian deskripsi Alexander Zakharov, kepala insinyur Zala Aero Group pengembang dron zala lencet Rusia kepada stasiun TV.
Presiden Biden memperingatkan sanksi berat jika Rusia menginvasi Ukraina.
Sementara itu, Rusia menuntut agar Barat memberikan jaminan yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan mengadakan kegiatan militer apa pun di Eropa Timur dan Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengklaim Ukraina adalah boneka Barat dan bagaimana pun tidak pernah menjadi negara yang layak.
Dikutip dari Instagram @bbcnews, pemerintah Rusia pun memilih untuk menyerang Ukraina, yang resmi disampaikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin sejak kemarin (24/2/2022).
Putin resmi menginvasi Ukraina dalam skala penuh dan mengumumkan invasi tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi.
Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran di negara Ukraina, melintasi perbatasannya dan membom sasaran militer.
Dikatakan bahwa tujuan serangan Rusia ke Ukraina adalah untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.
Putin juga menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba ikut campur akan mendapat balasan yang akan "mengakibatkan konsekuensi yang belum pernah dialami dalam sejarah".
Sejarah Ketegangan Rusia vs Ukraina
Ini bukan pertama kalinya ketegangan antara Rusia dan Ukraina terjadi dan memuncak.
Rusia telah menginvasi Ukraina pada 2014 ketika pemberontak yang didukung oleh Presiden Putin telah merebut sebagian besar wilayah timur Ukraina dan telah memerangi tentara Ukraina sejak saat itu. Pada saat itu, Rusia telah mencaplok Krimea.
Sebagai bekas republik Soviet, Ukraina memiliki ikatan sosial dan budaya yang mendalam dengan Rusia, dan bahasa Rusia digunakan secara luas di sana, tetapi sejak Rusia menginvasi pada 2014, hubungan tersebut telah rusak.
Dikutip dari ndtv.com, Rusia menyerang Ukraina ketika presidennya yang pro-Rusia digulingkan pada awal 2014 dan perang di timur itu telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.
Rusia dan Ukraina telah menandatangani perjanjian damai Minsk untuk menghentikan konflik bersenjata di Ukraina timur, termasuk wilayah Donbas.
Namun karena konflik terus berlanjut, Rusia menyatakan akan mengirim pasukan ke wilayah di mana konflik sedang terjadi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pesawat-mendekati-targetnya-dengan-kecepatan-sekitar-300-kilometer-per-jam.jpg)