RS Jumpandang Baru

Danny Pomanto Ungkap Penyebab Proyek RS Jumpandang Baru Batal Dikerjakan Meski Ada Anggaran Rp 10 M

Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan pembangunan RS Jumpandang Baru pada APBD 2022 senilai Rp 10 miliar.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
RSUD Daya di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. RS Daya merupakan satu-satunya RS milik Pemkot Makassar saat ini karena proyek RS Jumpandang Baru batal dikerjakan tahun ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengungkap penyebab batalnya proyek pembangunan RS Jumpandang Baru tahun ini.

Padahal Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan pembangunannya pada APBD 2022 senilai Rp 10 miliar.

Danny Pomanto menuturkan salah satu sebab proyek RS Jumpandang Baru belum terlaksana masih ada trauma di kalangan pejabat Pemkot Makassar usai kasus yang menimpa pembangunan RS Batua.

"Iya, takut orang inikan (kerjakan) ketakutan orang semua, nanti ada salah-salah apa semua, kan begitu. Jadi dampaknya ini (permasalahan hukum RS Batua) luar biasa sekali,” ucap Danny Pomanto beberapa waktu lalu.

Disamping itu, anggaran pembangunan RS Jumpandang Baru rupanya tak cukup.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar Hasanuddin Leo mengungkap, RS tipe C tersebut masih butuh anggaran sekira Rp 70 miliar.

Sementara anggaran yang ada hanya Rp 10 miliar.

Anggaran tersebut dinilai tidak cukup untuk menuntaskan pembangunan RS Jumpadang Baru.

“Ini masih perkiraan kasar, karena membangun itu bisa berfungsi ketika sudah ada peralatan apanya. Ini kayaknya masih bangunan doang,” katanya.

Leo membeberkan, kemungkinan besar anggaran pembangunan RS tetap didorong dalam APBD Pokok 2023.

Apalagi Kota Makassar sangat membutuhkan rumah sakit.

Sejauh ini, hanya ada satu rumah sakit milik Pemkot Makassar, yakni RSUD Daya.

Itupun letaknya sangat jauh sehingga menyulitkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rawat inap.

Ia berharap, setidaknya ada lima rumah sakit di tiap wilayah atau daerah pemilihan (dapil).

"Karena hanya satu RS milik Pemkot, kita harapkan tiap wilayah ada RS seperti Daya, kalau bicara dapil berarti ada 5 dapil seperti RS Daya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan," tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved