Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siapa Sebenarnya Kuat Maruf Alias Om Kuat? Disebut Sopir Tapi Berani Sentuh Tubuh Putri, Berpengaruh

Kuat Maruf atau Om Kuat disebut sebagai sopir, tapi mampu sentuh bagian tubuh Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.

Tayang:
Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kuat Maruf alias Om Kuat saat disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Putri Candrawathi sedang berada di salon kecantikan. Kuat Maruf atau Om Kuat disebut sebagai sopir, tapi mampu sentuh bagian tubuh Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Kuat Maruf alias om Kuat hingga kini menjadi sorotan saat kasus pembunuhan Brigadir J sedang bergulir.

Kuat Maruf atau Om Kuat disebut sebagai sopir, tapi mampu sentuh bagian tubuh Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.

Saat menyentuh tubuh Putri Candrawathi, Om Kuat tak pernah dimarahi atau diprotes meski anak buah Ferdy Sambo melihatnya.

Sosok Om Kuat bukan orang sembarangan. Meski bukan polisi, namun bisa menatur atau melarang anak buah Ferdy Sambo.

Kuat Maruf juga disebut-sebut memiliki pengaruh besar di keluarga Ferdy Sambo.

Majelis hakim bahkan heran dengan apa yang dilakukan Kuat Maruf pada Putri Candrawathi.

Terdakwa pembunuhan Brigadir J itu dinilai bukan sopir biasa.

Hakim Anggota Morgan Simanjutak mengatakan Kuat Maruf, pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, memiliki pengaruh yang luar biasa.

"Klien kami sudah divonis macam-macam, sopir belagu, pembunuh keji bahkan disebut bukan sopir 'biasa'," kata Misbahudin dikutip dari youTube MetroTvNews. 

Kuat Ma'ruf bahkan dinilai berani memerintah dan mengatur Putri Candrawathi

Narasi tersebut muncul lantaran, Kuat Maruf merupakan seorang yang menjadi saksi soal peristiwa dugaan pelecehan di Magelang. 

Pada saat itu ia diketahui sempat meminta Putri Candrawathi untuk menghubungi Ferdy Sambo.

 Permintaan Kuat Ma'ruf itu diaminkan oleh Putri Candrawathi yang langsung menelepon suaminya dengan alasan agar tidak ada duri dalam daging.

Menanggapi hal tersebut, Misbahudin menilai apa yang dilakukan oleh kliennya tersebut bukanlah perintah, melainkan sebuah saran.

"Sebenarnya itu harus dilihat dulu konteksnya seperti apa, apakah dia memerintah ataukah itu sebagai saran ketika ia melihat hal seperti itu," katanya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved