Pembusuran

Polisi Ungkap Motif Tewasnya Dua Pengendara Motor di Jl Metro Tanjung Bunga

Korbannya, seorang mahasiswa bernama Abdul Azis Kamaruddin (21) dan Muh Ardiansyah (22).

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh. Irham
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak saat merilis penangkapan dua pelaku pembusuran di kantornya, Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kamis (3/11/2022) malam. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kurang dari 24 jam, Tim Jatanras Polrestabes Makassar menangkap dua pelaku pembusuran di Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa malam.

Korbannya, seorang mahasiswa bernama Abdul Azis Kamaruddin (21) dan Muh Ardiansyah (22).

Sementara kedua pelaku, Anasrullah (23) dan Muh Awal (19) warga Barombong, Kecamatan Tamalate Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan, kejadian itu bermotif asmara.

Bermula, saat pelaku (Anasrullah) pulang dari menjemput pacarnya di tempat kerja.

Kemudian korban (Abdul Azis) mendatangi rumah pelaku dan melontarkan busur kepada pelaku namun tidak mengenai Anasrullah.

Setelah itu, pelaku Anasrullah bersama temannya Awal mengejar korban.

Dan pada saat motor pelaku dan motor korban berdampingan, korban Abdul Azis melontarkan busur dan tepat mengenai paha sebelah kiri pelaku (Anasrullah).

Pada saat itu juga, terjadi saling tendang menendang antara korban dan pelaku pada saat motor keduanya melaju kencang.

Akibatnya, motor yang dikendarai korban Abdul Azis dan Muh Ardiansyah terjatuh dan menabrak salah satu pohon.

Keduanya pun tergeletak di pinggir jalan dengan bersimbah darah.

Tidak berselang lama, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

"Keterangan kedua pelaku ini bahwa salah satu pelaku ini berhubungan dengan seorang wanita dimana perempuan ini adalah mantan dari korban," kata AKBP Reonald Simanjuntak saat merilis kasus itu di kantornya, Kamis (3/11/2022) malam.

"Dan olah sebab itu korban merasa cemburu dan mencari pelaku sehingga korban sempat menelpon pacar pelaku," sambungnya.

Setelah itu, lanjut Reonald, pacarnya tersebut menghubungi pelaku agar berhati-hati karena dicari korban.

"Setelah pelaku pergi ternyata mereka berpapasan. Saat berpapasan korban pertama kali membusur pelaku dan mengenai paha sebelah kiri," ungkap Reonald.

"Dan teman pelaku mengajak untuk mengejar korban sampai di ujung jembatan Barombong sempat dibusur dan mengenai belakang punggung dan di situ korban jatuh dan menghantam pohon dan tembok," tuturnya.

AKBP Reonald pun mengungkapkan bahwa motif kejadian itu dilatarbelakangi rasa cemburu atau motif asmara.

"Cemburu, tidak ada hubungan dengan perang kelompok, ini masalah pribadi," tegasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved