BRI Jalankan BO Valas, Kerja Sama dengan Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu

Jadi yang paling unggul, BRI menjalin kerja sama dengan Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk jalankan BO Valas di luar negeri.

Dok. Humas BRI
Gedung BRI di Jakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bank terbesar di Indonesia terus melakukan ekspansi menjalin kerja sama dengan Kementerian atau Lembaga Republik Indonesia (RI).

Untuk diketahui, BRI menjalin kerja sama dengan Penyaluran Dana Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Valuta Asing melalui Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) bersama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Dalam hal ini, BRI telah tercatat sebagai bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama di Indonesia yang menjalankan Bank Operasional (BO) Valuta Asing (Valas).

Adapun secara resmi jalinan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani oleh Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso dengan Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Melalui kerja sama tersebut, BRI resmi menjadi mitra perbankan yang memberikan layanan secara menyeluruh, termasuk dalam menyalurkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kepada Satuan Kerja (Satker) pemerintah di luar negeri.

Dirut BRI Sunarso mengatakan, penggunaan BO Valas mampu mengakselerasi transaksi Satker pemerintah ke luar negeri dan juga dapat mendukung efisiensi biaya transfer dari setiap transaksi pemerintah yang dilakukan.

“Dengan mendapatkan dukungan lebih dari 1.000 bank koresponden di seluruh dunia, BRI yakin dapat menghadirkan pelayanan yang unggul dengan berbagai kemudahan,” ungkap Sunarso dalam keterangan persnya, Senin (31/10/2022).

Keuntungan lain yang didapat dari kerja sama ini, lanjut Sunarso, Satker dapat melakukan transaksi dengan lebih cepat, efisien, dan aman karena tidak perlu melakukan pengambilan dana di negara lain.

“Dengan demikian, BRI dapat optimistis bisa memberikan layanan yang prima dari segi sistem maupun dari sisi biaya,” ujar Sunarso.

Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis BRI dalam menghadirkan layanan yang lebih lengkap, cepat, efisien, serta terpercaya.

Hal itu merupakan ekosistem yang sangat besar, sehingga BRI sebagai salah satu BUMN terbesar akan turut serta dalam menyukseskan transformasi tersebut.

Sebagai informasi, selain tercatat memiliki 9.000 branch office di berbagai wilayah di Indonesia, saat ini, BRI juga beroperasi melalui Unit Kerja Luar Negeri (UKLN) di Singapura, Taiwan, New York, Timor Leste, Hongkong, dan Cayman Island.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved