Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres

Sinyal Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Bakal Duet di Pilpres, Kader PKB dan Gerindra Solid

Duet Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar kemungkinan akan dideklarasikan setelah keduanya bertemu pada Minggu (30/10/2022)

Editor: Sudirman
Tribunnews
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar pada Rapimnas Gerindra di SICC Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar akan bertemu Minggu (30/10/2022) bahas persiapan Pilpres 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sinyal duet Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar akan segera terwujud jelang Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2022.

Keduanya Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar akan bertemu, Minggu (30/10/2022).

Pertemuan Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar akan membahas Pilpres 2024.

Baca juga: Peta Dukungan 3 Calon Presiden Hasil Survei Litbang Kompas, Prabowo Subianto Tetap Unggul di Sulsel

Baca juga: Penyebab PKB - Gerindra Belum Deklarasikan Prabowo dan Muhaimin Iskandar Capres dan Cawapres

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan, kader PKB dan Gerindra menginginkan Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar duet di Pilpres.

Keduanya dianggap pasangan saling melengkapi di Pilpres 2024.

Prabowo dan Muhaimin dipandang mempunyai modal cukup dari sisi kepemimpinan, jejak pengalaman, hingga latar belakang ideologis yang saling melengkapi.

“Sejauh ini duet Pak Bowo dan Gus Muhaimin yang paling diinginkan kader untuk bisa maju bersama sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu 2024,” kata Huda, Sabtu (29/30/2022).

Ia mengatakan, sesuai piagam kerja sama antara Gerindra dan PKB, penentuan duet capres-cawapres yang diusung koalisi tersebut merupakan otoritas ketua umum kedua partai.

"Gus Muhaimin dan Pak Prabowo Subianto akan bertemu Minggu nanti, banyak hal yang akan dibicarakan. Salah satunya tentang duet calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung PKB dan Gerindra,” ujar Huda.

Selain soal capres dan cawapres, pertemuan Prabowo dan Muhaimin juga akan membahas berbagai isu terbaru dalam dinamika menjelang Pemilu 2024.

Huda menegaskan, Prabowo dan Muhaimin berkomitmen untuk menyukseskan berbagai program kerja pemerintah Jokowi-Ma’ruf hingga 2024.

“Jadi apapun dinamika jelang tahun politik, Gerindra dan PKB dipastikan akan tetap menyukseskan agenda pemerintah. Apalagi hari-hari kedepan diprediksi sebagai tahun yang suram akibat gejolak ekonomi global,” ujar Huda.

Ia menambahkan, pertemuan ini juga dilakukan bersamaan dengan peluncuran program Road to Election 2024 oleh PKB.

"Pertemuan tersebut juga akan menjadi ajang jumpa pertama Pak Prabowo dengan ribuan kader-kader PKB yang ada eksekutif maupun legislatif dari seluruh Indonesia,” kata ketua Komisi X DPR tersebut.

Kerja-kerja politik koalisi Gerindra dan PKB, kata Huda, akan semakin intensif seiring dengan rencana peresmian sekretariat bersama dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kantor Sekber akan menjadi pusat aktivitas dua partai dalam merumuskan strategi politik hingga langkah taktis di lapangan. Untuk Sekber pusat akan diresmikan dalam waktu dekat,” kata dia.

Seperti diketahui, Gerindra dan PKB telah menyatakan bakal berkoalisi pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Namun, kedua partai belum memastikan pasangan capres dan cawapres yang akan diusung karena masing-masing partai masih menjagokan ketua umumnya untuk menjadi capres.

Basis Tiga Capres

Survei Litbang Kompas juga memperlihatkan kantong-kantong suara pendukung Ganjar, Prabowo, dan Anies.

Dari segi kewilayahan, Ganjar unggul terutama di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Di gugus Maluku-Papua, Ganjar juga menguat mengimbangi Prabowo, terutama di Papua Barat.

Sementara itu, Prabowo lebih unggul khususnya di Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Di Jawa, Prabowo masih unggul di Banten, tetapi di Jawa Barat kini tergerus oleh Ridwan Kamil.

Adapun Anies lebih unggul di gugus Maluku-Papua, khususnya di Maluku Utara. Di Jawa, kekuatan Anies menonjol di DKI Jakarta.

Ia juga kuat di Aceh, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Di Sumatera Barat, Anies mulai mengimbangi Prabowo.

Kenaikan suara Ganjar terutama didongkrak oleh pemilih perkotaan. Pun demikian dengan Anies, sementara pemilih perdesaan juga sedikit naik.

Adapun Prabowo kehilangan suara cukup signifikan di perkotaan dan perdesaan. Ridwan Kamil cukup menyedot pemilih dari perdesaan meski masih di bawah Ganjar, Prabowo, dan Anies.

Survei periodik melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 24 September 2022 hingga 7 Oktober 2022. Survei sebelumnya sejak Oktober 2019.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak melalui metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PKB: Prabowo dan Muhaimin Paling Diinginkan Kader untuk Maju Bersama

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved