Kompol Ardila Amry dan Prof Zakir Sabara, 2 Putra Sulsel Juri Konferensi Lingkungan Hidup di Paris

Kompol Dr Muh Ardilla Amry dan Prof Dr Zakir Sabara H Wata, 2 putra Sulsel ( Sulawesi Selatan ) didaulat menjadi juri dalam konferensi

Editor: Edi Sumardi
PPI PERANCIS
Kompol Dr Muh Ardilla Amry dan Prof Dr Zakir Sabara H Wata, juri Conference des Etudiantes Indonesiennes en France (CEIF) 2022 yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia ( PPI ) di Perancis. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kompol Dr Muh Ardilla Amry dan Prof Dr Zakir Sabara H Wata, 2 putra Sulsel ( Sulawesi Selatan ) didaulat menjadi juri dalam konferensi mahasiswa dan pelajar Indonesia di Perancis.

Dalam konferensi tahunan bertajuk "Conference des Etudiantes Indonesiennes en France (CEIF) 2022" dan diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia ( PPI ) di Perancis itu, sebenarnya ada 3 juri.

Juri lainnya adalah Jakty Kusuma.

Ardila Amry merupakan perwira menengah Polri sekaligus Staf Khusus Duta Besar Indonesia untuk Perancis; sementara Zakir Sabara merupakan akademisi, mantan Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia atau FTI UMI, dan Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI.

Jakty Kusuma adalah kandidat doktor dari GAIA AgroParisTech.

Tania Pradnyanita, anggota Divisi Pendidikan, Sosial Budaya PPI Perancis, kepada Tribun-Timur.com, Rabu (26/10/2022) mengatakan, dipilihnya Zakir Sabara sebagai juri karena pertimbagan latar belakang keilmuan.

Zakir Sabara meraih gelar doktor bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Brawijaya.

"Kami memilih beliau menjadi juri karena background pendidikan beliau di ilmu lingkungan, berhubungan dengan tema essay kami tahun ini, dan prestasi beliau di kancah kajian ilmiah yang sudah terbukti," kata Tania Pradnyanita, anggota Divisi Pendidikan, Sosial Budaya PPI Perancis, Rabu (26/10/2022).

Tahun ini sekaligus tahun kedua, konferensi bertajuk "Conference des Etudiantes Indonesiennes en France (CEIF) 2022" dengan mengangkat tema "Environmental Sustainability" dan topik ”Generasi Muda Indonesia Menuju Transisi Energi Ramah Lingkungan".

Konferensi digelar dalam rangka mencetak dan mewujudkan generasi muda Indonesia menuju transisi energi ramah lingkungan sebagai salah satu respon dari isu aktual perubahan iklim yang ditanggung bersama oleh segala bangsa.

Puluhan mahasiswa dan pelajar Indonesia berpartisipasi.

Data dari panitia konferensi, sudah ada 59 karya essay didaftarkan untuk diikutkan dalam konferensi.

Zakir Sabara mengatakan, saat ini sedang berlangsung proses penjurian.

"Tanggal 24 - 30 Oktober memasuki tahapan proses penjurian. Tanggal 31 Oktober 2022, pengumuman semi finalis," kata Zakir Sabara.

Tahapan terakhir adalah presentasi secara hybrid (online dan offline) pada Sabtu (5/11/2022), di ruang virtual meeting dan di Wisma KBRI, Paris.

Dalam presentasi ini akan dipilih karya essay terbaik sebagai pemenang.(*)

Baca berita terbaru dan menarik lainnya di Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved