Opini
Ikatan Alumni (IKA) di Pusaran Kekuasaan
IKA bukan juga hal baru, bahkan sudah sejak lama ada, hanya kemunculannya lima tahun terakhir menjadi fenomena.
Oleh:
Amir Muhiddin
Dosen Fisip Unismuh Makassar/Dewan Pakar Lembaga Survay Rasindo dan Dewan Pakar IKA FISIP Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM - Ada yang menarik dalam lima tahun terakhir di tanah air yaitu munculnya entitas baru yang disebut Ikatan Alumni (IKA), mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai ke tingkat Peruguruan Tinggi (PT).
Orang sering menyebut tumbuh bak jamur di musim hujan.
Sebenarnya IKA, bukan juga hal baru, bahkan sudah sejak lama ada, hanya kemunculannya lima tahun terakhir menjadi fenomena.
Apalagi ditunjang dengan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi, demikian juga diprakarsasi dan dinahodai oleh pembesar atau alumni yang sudah sukses, baik dibidang ekonomi dan bisnis, maupun di bidang politik dan pemerintahan.
Ada rindu untuk bertemu dengan kawan seperjuangan, sependeritaan, ketika masih di bangku sekolah atau di bangku kuliah, ada janji yang tak terwujud, ada hasrat yang terpendam dan angan yang tak kesampaian, ibaratnya benang yang sudah lama terputus ingin disambung kembali.
Itu beberapa alasan mengapa IKA dibentuk dan dikembangkan menjadi organisasi.
Tetapi belakangan IKA secara kelembangaan menjelma menjadi organisasi yang sarat dengan nilai gengsi, artinya orang merasa bangga kalau pernah kuliah dan menjadi alumni perguruan tinngi ternama.
Apalagi di luar negeri dan masuk dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) seperti, Massachusetts Institute of Technology (MIT) (Amerika Serikat) sebagai peringkat satu, Stanford University (Amerika Serikat) sebagai peringkat dua, Harvard University (Amerika Serikat) sebagai peringkat ketiga dan University of Oxford (Inggris) sebagai peringkat keempat.
Di Indonesia orang bangga sebagai alumni Universitas Gajah Mada karena Perguruan Tinggi ini adalah peringkat pertama di Indonesia, meyusul Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Air Langga, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Bina Nusantara dan Universitas Pajajaran (Unpad). (delapan perguruan tinggi terbaik berdasarkan QS World University Ranking 2021).
Di Makassar, kita bangga menjadi Alumini Universitas Hasanuddin, bangga menjadi alumni Universitas Negeri Makassar, bangga menjadi alumni Universitas Islam Negeri Alauddin atau di swasta, kita bangga menjadi alumni Univrsitas Muslim Indonesia (UMI), bangga menjadi alumni Universitas Muhammadiyah Makassar, dan masih banyak lagi perguruan tinggi terbaik di Makassar.
Bukan hanya alumni yang bangga dengan perguruan tingginya, akan tetapi juga sebaliknya perguruan tinggi bangga dengan alumninya karena mereka berprestasi, sebut saja Presiden RI, Joko Widodo, kandidat presiden Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, ketiganya adalah alumni Universitas Gajah Mada.
Universitas Hasanuddin bangga dengan alumninya seperti mantan Wakil presiden Jusuf Kalla, mantan menteri pertanian Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo yang kini menjabat sebagai menetri pertanian.
Unhas juga bangga karena alumninya menjadi gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/amir-muhiddin_3.jpg)