Pilpres 2024
Elektabilitas Anies Baswedan Menurun Versi SPIN, Beda Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo
Ketiganya disebut bersaing ketat. Meski begitu, elektablitas Anies Baswedan versi lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN) menurun.
Prabowo menerima tawaran masuk ke dalam pemerintahan setelah sebelumnya bersaing dalam Pemilu Presiden 2019 demi bangsa dan negara.
Sikap Prabowo tersebut menuai simpati publik.
“Prabowo juga menuai simpati publik karena dinilai bukan sosok pendendam terhadap orang-orang yang dibesarkannya menjadi tokoh politik nasional seperti Jokowi, Ahok, dan Anies,” katanya.
Sementara pola berbeda tampak dari elektabilitas Ganjar.
Meskipun cenderung stagnan tetapi dengan kampanye-kampanye kecil yang sering ia lakukan di berbagai daerah, deklarasi relawan besar-besaran, dan pencitraan melalui medsos berhasil mendekati keterpilihan 20 persen.
“Bukan tidak mungkin elektabilitasnya meningkat bila kepastian tiket pencapresan dapat diperolehnya dari PDIP,” katanya.
Sementara hal yang berbeda tampak dari Anies.
Elektabilitasnya justru menurun setelah NasDem mendeklarasikannya menjadi Capres 2024.
“Hal ini terjadi karena pemilihnya masih belum menerima NasDem sebagai parpol pengusungnya disebabkan alasan-alasan peristiwa politik yang terjadi pada 2014, 2017, dan 2019 lalu,” katanya.
Survei tersebut digelar pada 7-16 Oktober 2022 dengan melibatkan 1.230 responden dari 34 provinsi di Indonesia yang diambil secara acak atau dengan teknik sample multistage random sampling.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara secara langsung menggunakan bantuan kuesioner.
Margin of error survei diklaim +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sampai 95 persen.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei SPIN: Elektabilitas Prabowo Meningkat, Ganjar Stagnan, dan Anies Menurun