Pilpres 2024
Elektabilitas Anies Baswedan Menurun Versi SPIN, Beda Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo
Ketiganya disebut bersaing ketat. Meski begitu, elektablitas Anies Baswedan versi lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN) menurun.
TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo disebut sebagai sosok kuat di Pilpres 2024.
Ketiganya disebut bersaing ketat. Meski begitu, elektablitas Anies Baswedan versi lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN) menurun.
Sementara dua rival Anies Baswedan, ada yang memiliki elektabilitas stagnan dan mengalami kenaikan.
Hasil itu disampaikan SPIN setelah melakukan jajak pendapat mengenai calon presiden yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi Pilpres 2024.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, elektabikitas Prabowo Subianto mendapatkan angka yang tertinggi dengan angka 31,6 persen.
Peringkat kedua ditempati Ganjar Pranowo 19,3 persen, lalu Anies Baswedan 11,5 persen.
Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Prabowo meningkat dan Ganjar stagnan.
Sementara elektabilitas Anies justru menurun dari survei serupa Juli lalu.
“Hasil survei masih menunjukkan fakta bahwa Prabowo disamping bertengger diposisi puncak elektabilitas, ia juga justru memeroleh peningkatan perolehan dukungan di angka 31,6 persen."
"Ganjar mendapatkan angka di 19,3 persen masih berkutat dan stagnan dibawah 20 persen.
Hal yang sama juga terjadi dengan Anies dimana pasca pendeklarasiannya sebagai Capres oleh NasDem hanya memeroleh 11,5 persen saja menurun sebesar 2,7 persen dari 14,2 persen elektabilitas di Juli 2022,” ujar Direktur Eksekutif SPIN Igor Dirgantara, Senin (24/10/2022).
Sementara itu, elektabilitas tokoh lainnya berdasarkan hasil survei tersebut diantaranya Ridwan Kamil meraih 9,3 persen, lalu ada Agus Harimurti Yudhoyono 6,1 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,2 persen, Puan Maharani 2,9 persen, Muhaimin Iskandar 2,6 persen, Erick Thohir 2,2 persen, Airlangga Hartarto 1,7 persen.
Selain itu ada pula Dedi Mulyadi 1,3 persen, Surya Paloh 1,2 persen, Andika Perkasa 1,1 persen, Zulkifli Hasan 0,2 persen, Suharso dan Ahmad Syaikhu 0,1 persen, La Nyalla Mahmud Mattalitti 0,1 persen, Sakti Wahyu Trenggono 0,1 persen.
Sedangkan undecided voters sebesar 4,4 persen.
Elektabikitas Prabowo meningkat karena dinilai lebih mementingkan persatuan bangsa dan negara.
Prabowo menerima tawaran masuk ke dalam pemerintahan setelah sebelumnya bersaing dalam Pemilu Presiden 2019 demi bangsa dan negara.
Sikap Prabowo tersebut menuai simpati publik.
“Prabowo juga menuai simpati publik karena dinilai bukan sosok pendendam terhadap orang-orang yang dibesarkannya menjadi tokoh politik nasional seperti Jokowi, Ahok, dan Anies,” katanya.
Sementara pola berbeda tampak dari elektabilitas Ganjar.
Meskipun cenderung stagnan tetapi dengan kampanye-kampanye kecil yang sering ia lakukan di berbagai daerah, deklarasi relawan besar-besaran, dan pencitraan melalui medsos berhasil mendekati keterpilihan 20 persen.
“Bukan tidak mungkin elektabilitasnya meningkat bila kepastian tiket pencapresan dapat diperolehnya dari PDIP,” katanya.
Sementara hal yang berbeda tampak dari Anies.
Elektabilitasnya justru menurun setelah NasDem mendeklarasikannya menjadi Capres 2024.
“Hal ini terjadi karena pemilihnya masih belum menerima NasDem sebagai parpol pengusungnya disebabkan alasan-alasan peristiwa politik yang terjadi pada 2014, 2017, dan 2019 lalu,” katanya.
Survei tersebut digelar pada 7-16 Oktober 2022 dengan melibatkan 1.230 responden dari 34 provinsi di Indonesia yang diambil secara acak atau dengan teknik sample multistage random sampling.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara secara langsung menggunakan bantuan kuesioner.
Margin of error survei diklaim +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sampai 95 persen.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei SPIN: Elektabilitas Prabowo Meningkat, Ganjar Stagnan, dan Anies Menurun