Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Prabowo Subianto Sempat Pikir-pikir Tidak Maju Capres 2024, Usia Jadi Alasan

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut awalnya memikirkan tidak ingin lagi maju calon presiden 2024.

Editor: Ari Maryadi
Tribunnews
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Mantan menantu Presiden Soeharto awalnya memikirkan tidak ingin lagi maju calon presiden 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut awalnya memikirkan tidak ingin lagi maju calon presiden 2024.

Usia jadi pertimbangan mantan menantu Presiden Soeharto itu tidak lagi maju bertarung Pilpres 2024.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal atau Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani.

"Saat itu Pak Prabowo enggan mencalonkan lagi karena pertimbangan usia," kata Ahmad Muzani di hadapan para kiai di Ponpes Sulalatul Huda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (22/10/2022) malam.

Prabowo lahir pada 17 Oktober 1951. Saat ini Prabowo berumur 71 tahun.

Prabowo Subianto tercatat sudah tiga kali maju Pilpres.

Pertama maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009.

Kedua, maju calon presiden bersama Ketua Umum PAN Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

Ketiga maju lagi calon presiden bersama Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Prabowo akan mencatatkan Hattrick jika maju kembali calon presiden pada Pilpres 2024 ini.

"Namun, setelah kami meyakinkan Indonesia butuh sosok beliau (Prabowo), langsung bersedia kembali. Apalagi kondisi saat ini sangat penting menjaga kondisional dan persamaan keamanan. Pak Prabowo bisa terus menjaga hubungan baik dengan Amerika, China, Rusia, Eropa. Pak Prabowo sudah teruji dalam hal itu," kata Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani bersama seluruh kader dan simpatisan partai meyakinkan ketua umumnya untuk kembali jadi calon presiden (capres) dengan berujung penetapan secara resmi oleh partainya yang diumumkan beberapa waktu lalu melalui kongres.

"Itu (jadi capres) saya pertama kali sejak tahun 2020 meminta beliau (Prabowo) untuk maju di Pilpres 2024. Kami semua yang menginginkan itu. Omongan pertama enggak jawab, senyum, kedua senyum lagi. Sampai akhirnya diminta oleh semua kader dan pengurus partai seluruh Indonesia untuk maju lagi. Karena tidak ada lagi sosok seperti beliau (Prabowo) di Indonesia," jelas Muzani

Muzani pun menilai sosok Prabowo akan mampu menjaga hubungan bilateral dengan berbagai negara.

Apalagi selama ini hubungan antara negara besar masih terus memanas dan akan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

Muzani pun menyebutkan, dalam waktu dekat kerja sama antara PKB dan Gerindra akan segera mengumumkan sosok pasangan capres yang akan diusungnya. Hal itu setelah jalinan komunikasi dan meminta izin dari para kalangan ulama se-Indonesia selesai dilakukan.

"Pokoknya dalam waktu dekat akan segera diumunkan. Kita masih menunggu Pak Prabowo pulang dari Amerika Serikat ke Indonesia lagi," pungkasnya.

Prabowo Janji Tidak Lupakan Kiai Jika Jadi Presiden 2024

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjanji, jika suatu saat bisa menjadi pemimpin negeri tidak akan melupakan kedekatannya dengan para kiai dan pesantren.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan itu dalam kunjungan ke Pesantren Api Asri Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (23/9/2022) malam.

“Saya kira enggak mungkin Prabowo lupa dengan pesantren. Saya dari dulu selalu dekat sama Pak Kiai,” ujar Prabowo.

Terakhir, berharap semoga ia selalu setia memperjuangkan cita-cita masyarakat.

“Mudah-mudahan saya tidak akan lupa, mudah-mudahan saya termasuk golongan yang mumpuni, golongan yang tidak akan lupa dengan pesantren, mudah-mudahan saya termasuk golongan yang setia pada rakyat Indonesia,” katanya.

Prabowo mengatakan, dirinya sejak lama punya kedekatan dengan para kiai.

Pasalnya, ketika bertugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Prabowo kerap maju ke medan perang.

“Nah kalau mau berangkat ke medan pertempuran itu artinya dulu sudah teken mati, siap mati,” kata Prabowo dalam keterangannya saat ber

“Karena itu kita datang ke kiai, kita minta dulu, maaf, diberi doa. Bahkan, kita minta dimandiin oleh para kiai kita,” ujarnya lagi.

Diketahui, Prabowo telah menyatakan sebagai calon presiden atau capres 2024 dari Partai Gerindra.

Namun, karena tak bisa mengajukan pasangan capres-cawapres sendiri dalam Pilpres 2024, maka Partai Gerindra harus membangun koalisi.

Saat ini, Partai Gerindra telah bekerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hanya saja, koalisi itu belum menentukan figur capres-cawapres yang bakal diusungnya.

Sebab, PKB sendiri masih ingin mencalonkan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres.

Prabowo Cetak Hattrick

Prabowo akan mencetak hattrick bila kembali maju menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Tercatat sebelumnya, Prabowo Subianto sudah dua kali maju menjadi calon presiden yakni pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Terbaru, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyatakan kesiapannya untuk kembali maju menjadi Capres 2024.

Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi calon presiden, setelah dirinya menerima dukungan dari seluruh DPD Partai dan sayap partai Gerindra.

DPD dan sayap Gerindra meminta dirinya untuk kembali maju sebagai calon Presiden.

"Dengan demikian dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, setelah saya mempelajari dan mendengarkan dengan saksama sikap setiap DPD dan setiap sayap partai yang mengharapkan saya untuk menerima pencalonan sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2024," kata Prabowo.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab, saya menerima permohonan saudara, untuk bersedia dicalonkan sebagai calon presiden Republik Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya di rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Gerindra, di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).

Tentu, keputusan Prabowo menerima mandat dari Partai Gerindra merupakan usaha kali ketiganya maju sebagai Capres.

Prabowo pun menegaskan, sebagai mantan prajurit, dirinya sejak muda dididik untuk terus berjuang demi bangsa Indonesia. Dia menyatakan kesiapannya untuk terus berjuang.

"Dari sejak muda usia saya bersama pejuang pejuang, sejak muda dari usia sangat muda kami waktu itu telah bersumpah siap memebri jiwa rsga dan kami untuk Republik Indonesia," ujar Prabowo.

"Dengan demikian saya menyatakan pada malam hari ini saya siap terus berjuang untuk bangsa negara rakyat Indonesia. Seluruh jiwa dan raga saya persembahkan kepada ibu pertiwi," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga merespons soal adanya sindiran kepada dirinya soal kekalahan saat berkontestasi dalam Pilpres sebelum-sebelumnya.

"Ada yang bertanya, ya mungkin nyindir-nyindir sudah sekian kali kalah kok mau maju lagi," kata Prabowo.

Menteri Pertahanan itu menyebut pihak yang menyindirnya tidak paham makna perjuangan. Prabowo lalu mengungkit kisah Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno yang dipenjara oleh penjajah, tapi tidak berhenti berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia.

"Kekalahan hanya bisa diartikan kekalahan kalau di dalam hati kita, kita menerima itu sebagai kekalahan," ucap Prabowo.

"Bagi seorang pejuang, jatuh itu biasa. Bagi pendekar, kalau jatuh kita bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi. Petarung biasa kalau jatuh. Lebih mulia masuk arena, lebih mulai bertarung demi keadilan, jatuh bangkit dan senyum. Kita bangkit dengan senyum," tandas Prabowo.

(Sumber: Kompas.com/Irwan Nugraha)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen Gerindra Sebut Prabowo Mulanya Enggan Jadi Capres Lagi", Klik untuk baca: https://bandung.kompas.com/read/2022/10/24/090616378/sekjen-gerindra-sebut-prabowo-mulanya-enggan-jadi-capres-lagi.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved