Bencana Alam
11 Rumah Warga di Kelurahan Battang Palopo Terancam Terbawa Air Sungai
Dua unit rumah bahkan kondisinya sangat memprihatikan karena sebagian pondasi rusak dihantam air.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muh. Irham
WARA BARAT, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 11 unit rumah warga di kilometer 15 Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terancam terbawa air sungai.
Dua unit rumah bahkan kondisinya sangat memprihatikan karena sebagian pondasi rusak dihantam air.
Lurah Battang, Rahman, mengaku telah mengambil sejumlah langkah antisipasi kemungkinan terburuk.
"Kami menyediakan tenda darurat untuk menangani warga yang rumahnya terancam rubuh akibat tergerus air, jadi mereka akan ditempatkan di tenda-tenda dan rumah ibadah atau musala," kata Rahman, Kamis (20/10/2022).
Menurut Rahman, menghadapi kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini pihaknya aktif melakukan patroli kebencanaan dibantu BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan RT/RW di lokasi rawan bencana.
"Jika terjadi hujan deras, banjir dan longsor kami keluarkan informasi lewat beberapa aplikasi dan warga terutama di kilometer 15 yang rumahnya terancam kami imbau untuk mengungsi menempati tenda darurat atau mushalla," ucap Rahman.
Pantauan di lokasi, kondisi rumah warga pada bagian dapur sudah tergerus dan terancam rubuh.
Bahkan ada pondasi rumah warga yang sudah tergantung akibat gerusan air saat banjir dan satu unit rumah warga rusak total bagian dapurnya.
Attas (76) warga setempat mengaku khawatir jika terjadi hujan deras.
"Memang di sini hujan sebentar banjir besar sudah datang, selama tahun 2022 ini sudah 70 kali banjir," ujar Attas.
Lanjut Attas, banjir yang terjadi pada Selasa (18/10/2022) malam membuat rumahnya hancur di bagian dapur dan terpaksa harus dibongkar.
"Bagian dapur sudah rusak dibawa air, ukurannya 8x9 meter yang habis terbawa air banjir," tutur attas.
Attas mengatakan saat banjir tiba, mereka berada di dalam rumah sedang beristirahat, beruntung ia dan keluarga selamat dari musibah itu.
"Datang keluarga teriak agar keluar karena banjir sudah besar rumah juga sudah dihantam di belakang, sekarang ini kalau malam kondisi air surut kami tinggal di rumah tapi kalau hujan deras dan banjir terjadi kami mengungsi di musala," jelas dia.
Warga berharap pemerintah segera menangani Sungai Tandung agar mereka aman dan bebas dari ancaman banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Terencam-Roboh.jpg)