Tribun Podcast Series
Danny Pomanto Akui Sejumlah Program Strategis Pemkot Tak Berjalan Mulus, Apa Sebabnya?
Di tahun pertamanya menjabat, Danny Pomanto hanya bisa meneruskan program yang dicanangkan pejabat sebelumnya.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto blak-blakan terkait kondisi pemerintahan saat ini.
Danny Pomanto mengaku banyak program strategis yang belum berjalan dengan baik.
Beberapa program strategis tidak berhasil ditender selama dua tahun memimpin Makassar.
Kegagalan tersebut kata Danny tentu ada sebabnya.
Misalnya, masih ada pengaruh covid-19 yang menghambat kerja-kerja pemerintahan.
"Itu tidak lain karena posisi kami dilantik itu dengan kondisi covid melanda dunia," ungkap Danny Pomanto saat hadir di Studio Tribun Timur dalam acara Podcast Series #12 Spesial HUT ke-353 Sulsel.
Podcast ini ditayangkan di YouTube dan Facebook Tribun Timur Berita Online Makasar, Senin (17/10/2022) pukul 20.00 Wita.
Tema dalam podcast series#12 ini ialah 'Metaverse dan Tantangan Makassar di Era Modern'.
Lanjut Danny, di tahun pertamanya menjabat, ia hanya bisa meneruskan program yang dicanangkan pejabat sebelumnya.
Karena seluruh aktivitas pemerintahan kala itu sudah terprogram dalam APBD yang disusun Pj Wali Kota.
"Yang buat APBD-nya bukan kami, jadi kami hanya menjalankan," sebutnya.
Tak hanya itu, ia baru bisa melakukan perombakan atau resetting pejabat sembilan bulan usai pelantikannya sebagai wali kota.
Tahun pertama diakui sangat berat karena ada moralitas birokrasi yang merosot setelah dua tahan ia tinggalkan Pemkot Makassar.
Kemudian di tahun kedua, Danny Pomanto menilai momentumnya tidak terlalu pas.
Kendati demikian, Danny tidak menjelaskan detail seperti apa kendala yang dihadapi tahun ini.
Beberapa program yang dipastikan tidak berjalan tahun ini antara lain Japparate, Makassar Cor City Arena (Macca), Revitalisasi Karebosi, Sirkuit Untia, hingga beberapa proyek strategis lainnya.
Kemudian, serapan anggaran 2022 juga masih sangat rendah, di bawah 40 persen.
Danny berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan tersebut di tahun 2023 mendatang.
"Tahun depan kita akan bayar keterlambatan itu dengan kecepatan yang akan kami mulai tahun ini," tegasnya.
Upaya yang akan dilakukan dalam waktu dekat ialah meresetting pemerintahan.
Hal tersebut menjadi bagian recovery untuk membawa Makassar dua kali tambah baik.
Disamping pembenahan organisasi kata mantan dosen arsitek Unhas ini, ia harus turun langsung memberi contoh.
Misalnya untuk program commuter metromoda (co'mo) atau minibus listrik yang akan dilaunching November mendatang dibuat menggunakan anggaran pribadi.
"Terpaksa kita harus membantu dan berkorban, harus beri contoh, berani capek dan bersabar," paparnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Danny-Pomanto-Podcast-Series-12-Spesial-HUT-ke-353-Sulsel.jpg)